Banjir Bandang Kembali Terjang Nepal, 40 Rumah Hanyut, Warga Dievakuasi

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 19:07 WIB
Banjir Bandang Kembali Terjang Nepal, 40 Rumah Hanyut, Warga Dievakuasi

Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal, beberapa waktu lalu./istimewa-RRI.co.id

Harianjogja.com, GORKHA—Banjir bandang menerjang Distrik Gorkha di Nepal tengah pada Minggu (11/10/2026), menyebabkan sekitar 35 hingga 40 rumah hanyut. Bencana yang terjadi di Sungai Budhi Gandaki tersebut juga merusak sejumlah jembatan dan infrastruktur proyek pembangkit listrik tenaga air.

Banjir terjadi pada Minggu dini hari dan berdampak luas terhadap kawasan pedesaan Chumnubri dan Dharche. Sejumlah permukiman terendam, sementara rumah-rumah lain di sekitar aliran sungai menghadapi risiko kerusakan lebih lanjut.

Surat kabar lokal The Kathmandu Post melaporkan, air bercampur lumpur menerjang bangunan yang berada di tepi sungai. Rekaman video yang beredar secara daring memperlihatkan derasnya aliran air dan material lumpur yang bergerak di antara perbukitan tinggi.

Hingga laporan awal diterima, belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Longsor Diduga Picu Banjir Bandang

Banjir bandang itu diduga berawal dari tanah longsor di kawasan hulu. Kepala Distrik Gorkha, Dharmendra Kumar Mishra, mengatakan laporan awal mengindikasikan longsor terjadi di kawasan Siuribas.

Wilayah Distrik Gorkha terletak sekitar 100 kilometer di sebelah barat Kathmandu, ibu kota Nepal. Penyebab pasti kejadian dan skala kerusakan secara keseluruhan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, mengatakan banjir turut menghanyutkan jembatan yang menghubungkan Nyakchet dan Philim Bazaar di wilayah Chumnubri-3.

Kerusakan tersebut menambah dampak bencana terhadap infrastruktur dan akses antarkawasan. Kondisi di sekitar sungai juga menjadi perhatian karena permukaan air dilaporkan meningkat.

Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi Warga

Pemerintah Nepal mengerahkan helikopter untuk mendukung operasi penyelamatan, menyalurkan bantuan, serta mengevakuasi warga dari kawasan terdampak. Upaya tersebut dilakukan di tengah kenaikan permukaan air sungai dan risiko banjir susulan.

Kepolisian Nepal, Angkatan Kepolisian Bersenjata Nepal, serta otoritas setempat turut dikerahkan untuk membantu penyelamatan dan distribusi bantuan kepada warga.

Petugas juga menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Warga diimbau segera berpindah ke lokasi yang lebih aman guna mengurangi risiko apabila kondisi memburuk.

Kerusakan Masih Didata

Pihak berwenang masih melakukan penanganan darurat sekaligus mengumpulkan informasi mengenai dampak banjir bandang. Jumlah rumah yang hanyut dalam laporan awal berkisar 35 hingga 40 unit, sedangkan sejumlah jembatan dan infrastruktur pembangkit listrik tenaga air juga dilaporkan terdampak.

Selain mendata kerusakan, petugas berupaya memastikan keselamatan warga yang berada di kawasan rawan. Belum adanya laporan korban jiwa menjadi informasi awal yang disampaikan otoritas, tetapi pemantauan dan operasi penyelamatan masih terus dilakukan.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai diminta mematuhi peringatan petugas dan menjauhi area yang berisiko. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab bencana serta menghitung keseluruhan kerugian akibat banjir bandang di Nepal tengah tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online