Danantara Perkuat Distribusi LPG dan Pupuk Lewat Kopdes

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 12:37 WIB
Danantara Perkuat Distribusi LPG dan Pupuk Lewat Kopdes

Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), terutama untuk mendukung penyaluran LPG, MinyaKita, dan pupuk kepada masyarakat.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan koperasi diharapkan menjadi titik distribusi barang bersubsidi. Dengan skema tersebut, penyaluran kebutuhan masyarakat dapat disesuaikan dengan data dan kebutuhan di tingkat desa maupun kelurahan.

“Visi Presiden itu sentral distribusi untuk setiap yang namanya bersubsidi itu lewat Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/KDKMP). Artinya, data itu akan ada di Kopdes itu nanti,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).

Pertamina dan Pupuk Indonesia Dilibatkan

Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, Dony menggelar rapat koordinasi bersama jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga dan Pupuk Indonesia Holding Company. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem distribusi energi dan pangan melalui jaringan KDKMP.

Produk yang disalurkan mencakup LPG, MinyaKita, hingga pupuk. Pasokan dan armada distribusi BUMN diharapkan mendukung penyaluran secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat di desa dan kelurahan.

“Kita suplai karena dampaknya untuk masyarakat benar-benar langsung. Jadi manfaat koperasinya benar-benar nyata. Jadi sudah berjalan terus,” kata Dony.

Pesanan Pupuk 4–5 Ton per Koperasi

Dukungan terhadap KDKMP antara lain terlihat dari penyaluran pupuk dengan volume pesanan rata-rata 4–5 ton untuk setiap koperasi. Sementara itu, distribusi LPG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi agar ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Melalui pola distribusi tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Penyesuaian pasokan berdasarkan kebutuhan koperasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi.

BP BUMN bersama Danantara berkomitmen melanjutkan kolaborasi antar-BUMN untuk mendukung pelaksanaan KDKMP secara optimal dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan.

Program ini juga diharapkan dapat memperluas pemerataan manfaat pembangunan nasional melalui penguatan peran koperasi di tingkat lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online