Pemerintah Bangun Storage agar Impor Minyak Langsung ke RI

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Selasa, 27 Oktober 2026 12:47 WIB
Pemerintah Bangun Storage agar Impor Minyak Langsung ke RI

Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah./Antara-Kilang CIlacap\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah di Indonesia agar impor minyak bisa langsung masuk ke dalam negeri tanpa harus singgah di negara lain. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengatakan pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut akan melibatkan badan layanan umum (BLU) bersama sejumlah perusahaan mitra.

"Crude [minyak mentah] kita juga nanti kita akan membangun storage di sini. Nanti BLU dengan beberapa perusahaan yang sudah melakukan kerja sama akan membangun storage. Supaya kalau kita impor crude [minyak mentah], tidak lagi mampir negara A, negara B, negara C, langsung ke Indonesia," ujar Bahlil seusai konferensi pers tentang ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026), dikutip dari siaran pers, Selasa (27/10/2026).

Skema Impor Minyak Berubah

Rencana pembangunan storage tersebut sejalan dengan perubahan skema pengadaan energi melalui Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026. Melalui aturan itu, pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) dilakukan oleh BLU melalui kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G) serta pemerintah dengan badan usaha atau government to business (G2B).

Kebijakan tersebut juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipasi, termasuk menghadapi kemungkinan terburuk, agar Indonesia tetap memiliki akses terhadap pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor minyak mentah, meskipun tidak lagi dari kawasan Timur Tengah. Untuk memastikan pasokan tetap tersedia, Bahlil dijadwalkan mengunjungi sejumlah negara, termasuk India dan Cina.

Selain mencari alternatif sumber pasokan, Bahlil mendapat tugas dari Presiden untuk mengupayakan kontrak pasokan energi jangka panjang.

Bahlil Cari Kepastian Pasokan Energi

Bahlil menyatakan pemerintah berupaya menjaga pasokan energi nasional sekaligus memberikan kepastian terkait harga BBM bersubsidi. Ia meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintah menyiapkan langkah untuk menghadapi ketidakpastian global.

"Rakyat Indonesia, tenang. Insyaallah saya akan memberikan jaminan, atas arahan dan perintah Presiden Prabowo, bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang," kata Bahlil.

Ia menggambarkan langkah pemerintah tersebut sebagai upaya bertahan menghadapi situasi global yang tidak menentu.

"Ini survival mode," tegasnya.

Melalui pembangunan storage di dalam negeri, kontrak pasokan jangka panjang, dan skema pengadaan langsung antarnegara, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan energi nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan masyarakat dan aktivitas perekonomian tidak terganggu oleh gejolak di luar neg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online