Prabowo Sebut Ada Pihak Ingin Menyogok Jenderal hingga Hakim untuk Merusak Demokrasi
Prabowo mengingatkan demokrasi Indonesia bisa dibajak pihak berkekuatan ekonomi besar melalui uang dan pengaruh di media sosial.
Tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Febrie Adriansyah (tengah) saat tiba di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta./Bisnis-Robby Fathan.
Harianjogja.com, JAKARTA—Eks Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah bersama tiga orang kepercayaannya didakwa mendirikan dan mengambil alih 29 perusahaan serta yayasan yang disebut digunakan untuk menyamarkan hasil kejahatan.
Hal tersebut terungkap dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Tiga orang yang disebut bersama Febrie adalah Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang.
Dalam dakwaan, mereka disebut secara bersama-sama menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, maupun melakukan perbuatan lain terhadap harta kekayaan yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
Jaksa menyebut posisi Febrie sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI hingga Jampidsus pada periode 2020-2026 turut mendukung praktik tersebut.
"Terdakwa selaku Direktur Penyidikan maupun selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dengan cara memanfaatkan situasi dan kondisi," kata jaksa.
Uang Dikumpulkan dari Pihak yang Berperkara
Dalam dakwaan, praktik pengumpulan uang tersebut disebut menyasar pihak-pihak yang dinilai memiliki perkara di Gedung Bundar Kejagung.
Febrie bersama pihak lainnya kemudian diduga memperoleh imbalan dari pihak-pihak yang berperkara tersebut.
Untuk menyamarkan uang yang disebut berasal dari kejahatan, Febrie dan pihak lainnya kemudian mendirikan sejumlah perusahaan dan mengambil alih perusahaan melalui penempatan modal atau pembelian saham. Mereka juga disebut mendirikan yayasan.
"Selanjutnya melalui beberapa perusahaan dan yayasan tersebut Terdakwa bersama-sama dengan Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin melakukan tindak pidana pencucian uang," kata jaksa.
29 Perusahaan dan Yayasan
Berikut daftar 29 perusahaan dan yayasan yang disebut dalam dakwaan terafiliasi dengan Febrie dan pihak lainnya:
PT Gontran Cherrier
Sekitar 2020, Febrie melalui Don Ritto disebut membeli restoran Perancis PT Gontran Cherrier yang bergerak di bidang kuliner di Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Nama restoran tersebut kemudian diubah menjadi Café De' Clan di bawah naungan PT De Clan Kulinari Nusantara.
PT Kantor Omzet Indonesia
Sekitar Oktober 2020, Febrie melalui Don Ritto dan Nurman Herin disebut mendirikan perusahaan money changer PT Kantor Omzet Indonesia yang beralamat di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
PT Hutama Indo Tara
Perusahaan holding yang didirikan pada 11 Oktober 2022. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak serta perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dan produk YBDI. Alamatnya di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Cipta Sinar Benderang
Tanggal SK terakhir 4 Februari 2023. Perusahaan bergerak di bidang pertambangan batubara dan beralamat di Fatmawati, Jakarta Selatan.
PT Borneo Surya Persada
Tanggal SK terakhir 20 Juni 2023. Bergerak di bidang pertanian, pertambangan batu bara dan usaha lainnya serta beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Borneo Green Prima
Tanggal SK terakhir 21 Juni 2023. Bergerak di bidang pertanian dan pertambangan batu bara dengan data yang beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Celebes Mega Nikel
Tanggal SK terakhir 11 September 2023. Bergerak di bidang perdagangan dan beralamat di Fatmawati, Jakarta Selatan.
PT Kresna Pusaka Energi
Tanggal SK terakhir 19 Oktober 2023. Bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan aktivitas manajemen dana lainnya serta beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Prima Niaga Inti Selaras
Tanggal SK terakhir 28 Agustus 2024. Bergerak di bidang budi daya ayam dan perdagangan serta beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Parwita Permata Mulia
Tanggal SK terakhir 13 Maret 2026. Bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan manajemen dana lainnya serta beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
Yayasan Anny Djamaluddin Rasyad
Berdiri pada 22 Maret 2024 dan disahkan pada 28 Maret 2024. Pengelola sekaligus Bendahara Utama yayasan tersebut adalah Nurman Herin.
PT Don Man Day
Berdiri pada 2022. Bergerak di bidang usaha yang meliputi konstruksi, perdagangan, penyewaan, dan angkutan serta beralamat di Jambi.
PT Clan Anak Lanang
Berdiri pada Oktober 2022. Bergerak di bidang usaha yang meliputi konstruksi dan instalasi serta beralamat di Treasury Tower, SCBD, Jakarta.
PT Berkah Melimpah Selamanya
Bergerak di bidang aktivitas holding dan penasihat investasi berbentuk perusahaan serta beralamat di Serang, Banten.
PT Duta Kreasi Investama
Bergerak di bidang penasihat investasi berbentuk perusahaan dan beralamat di Serang, Banten.
PT Hijau Gunung Kerinci
Bergerak di bidang usaha yang meliputi konstruksi bangunan sipil, jembatan, jalan layang serta beralamat di Cipete, Jakarta Selatan.
PT Multi Teknik Konsulindo
Bergerak di bidang usaha yang meliputi aktivitas arsitektur dan beralamat di Treasury, SCBD, Jakarta.
PT Declan Informatika Semesta
Bergerak di bidang industri perlengkapan komunikasi dan komputer serta beralamat di Cipete, Jakarta Selatan.
PT Cipta Bulungan Selaras
Bergerak di bidang perdagangan besar logam dan bahan konstruksi serta beralamat di Fatmawati, Jakarta Selatan.
PT Simpul Bhakti Lestari
Bergerak di bidang aktivitas perusahaan pembiayaan dan beralamat di Bandung, Jawa Barat.
PT Panutan Pratama Adiwibawa
Berdasarkan tanggal SK terakhir 4 November 2025, perusahaan ini bergerak di bidang budi daya ayam ras petelur, konstruksi gedung perkantoran dan aktivitas usaha lainnya. Alamatnya di Letjen S Parman, Jakarta Barat.
PT Indosentosa Agro Makmur
Berdasarkan tanggal SK terakhir 18 April 2022, perusahaan tersebut beralamat di Kalimantan Selatan.
PT Baramega Mining Resource
Berdasarkan tanggal SK terakhir 15 Mei 2023, perusahaan bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan aktivitas manajemen dana lainnya. Alamatnya di Senopati, Jakarta Selatan.
PT Bahana Baruna Daksa
Bergerak di bidang usaha yang meliputi angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan beralamat di The CEO, TB Simatupang, Jakarta Selatan.
PT Telanai Swarna Dhipa
Perusahaan tersebut beralamat di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
PT Rivantama Bintang Muda
Bergerak di bidang usaha yang meliputi pertambangan dan perdagangan nikel. Alamatnya di Jalan AP Pettarani, Ruko Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan.
PT Hikmat Abadi Investama
Bergerak di bidang usaha yang meliputi konsultasi bidang jasa dan manajemen serta beralamat di Jakarta Barat.
PT Tribakti Inspektama
Bergerak di bidang usaha yang meliputi jasa sertifikasi dan laboratorium serta beralamat di Jakarta Utara.
PT Dwa Karya Bulungan
Bergerak di bidang usaha yang meliputi perdagangan besar dan beralamat di Fatmawati, Jakarta Selatan.
Dalam perkara ini, seluruh informasi mengenai perusahaan dan yayasan tersebut merupakan bagian dari dakwaan jaksa penuntut umum yang dibacakan dalam persidangan. Status dan keterkaitannya dengan perkara selanjutnya akan bergantung pada proses pembuktian di persidangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Prabowo mengingatkan demokrasi Indonesia bisa dibajak pihak berkekuatan ekonomi besar melalui uang dan pengaruh di media sosial.
Cara daftar BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2026, syarat, cara cek penerima, desil, hingga laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Karang Taruna Hipenari Samigaluh masuk 5 besar nasional berkat inovasi mengolah limbah daun teh menjadi lulur dan produk pangan lokal.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI akan merespons cepat dan menindak tegas laporan dugaan rumah dinas jadi markas judol.
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Dakwaan jaksa mengungkap 29 perusahaan dan yayasan yang disebut terkait Febrie Adriansyah dan tiga orang kepercayaannya dalam perkara TPPU.