Investasi Rp13.000 Triliun Dibutuhkan untuk Kejar Ekonomi 8 Persen

Newswire
Newswire Kamis, 08 Oktober 2026 07:47 WIB
Investasi Rp13.000 Triliun Dibutuhkan untuk Kejar Ekonomi 8 Persen

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kebutuhan investasi tersebut menjadi target yang diberikan Bappenas kepada kementeriannya.

"Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13.000 triliun lebih," kata Rosan di Jakarta, Rabu.

Menurut Rosan, kontribusi investasi terhadap perekonomian Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya, rata-rata kontribusi investasi berada di kisaran 28 hingga 29 persen.

Saat ini, kontribusi investasi disebut telah mendekati 38 hingga 39 persen. Dalam 10 tahun terakhir, nilai investasi di Indonesia mencapai kurang lebih Rp9.100 triliun.

"Untuk saat ini kontribusi dari investasi sudah mendekati 38 sampai 39 persen, jika dilihat selama 10 tahun terakhir investasi kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun," ujar Rosan menambahkan.

Target investasi untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen

Rosan menjelaskan target investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan berkaitan dengan upaya pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

"Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," ujarnya.

Dia menyebut realisasi investasi juga menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, realisasi investasi tercatat kurang lebih Rp1.714 triliun.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp1.931 triliun pada 2025.

Investasi diharapkan ciptakan lapangan kerja

Selain mengejar peningkatan nilai investasi, Rosan menekankan investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurut dia, investasi yang masuk juga harus memiliki kualitas sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.

"Yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu 2,4 juta orang. Dan kalau kita lihat lagi, tentunya investasi yang kita masukan adalah investasi yang berkualitas," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online