Guterres Temui Presiden Iran, Dorong Dialog Akhiri Perang

Newswire
Newswire Sabtu, 26 September 2026 14:17 WIB
Guterres Temui Presiden Iran, Dorong Dialog Akhiri Perang

Bendera Iran.

Harianjogja.com, JAKARTA— Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (25/9). Dalam pertemuan tersebut, Guterres menekankan pentingnya dialog dan perundingan untuk menyelesaikan perang di Timur Tengah.

"Sekjen PBB menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan, dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz," demikian pernyataan PBB.

Guterres juga kembali menegaskan komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomatik guna menyelesaikan konflik tersebut.

Pertemuan Guterres dan Pezeshkian berlangsung ketika Iran menyatakan telah mengajukan proposal selama tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Iran Ajukan Proposal Pembukaan Selat Hormuz

Sebelumnya, pada Jumat (25/9), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada wartawan bahwa proposal tersebut telah disampaikan Iran kepada Amerika Serikat melalui Qatar.

Araghchi mengatakan Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu tujuh hari apabila kondisi yang diperlukan telah terpenuhi.

"Jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, maka Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu tujuh hari," kata Araghchi.

Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan secara terbuka terhadap proposal yang diajukan Iran tersebut.

Konflik Iran dan AS-Israel

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berlangsung sejak 28 Februari. AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang menurut Iran telah menyebabkan ribuan orang tewas.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan rudal dan drone di kawasan tersebut. Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi bagian penting bagi pasokan energi.

Situasi di kawasan tersebut kemudian menjadi perhatian dalam pertemuan Guterres dengan Pezeshkian. PBB menekankan penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan perundingan, sekaligus penghormatan terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah berlanjut seiring serangan terkoordinasi yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah target strategis di wilayah Iran.

Langkah militer ini memicu aksi balasan secara masif dari Teheran berupa tembakan rudal balistik serta serangan udara yang mengincar fasilitas dan pangkalan militer sekutu di kawasan regional. Selain menimbulkan korban jiwa dari pihak militer maupun sipil, perang ini melumpuhkan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia serta mengganggu rantai pasok energi global.

Tekanan sanksi ekonomi dan pembatasan ruang udara internasional kian memperkeruh krisis kemanusiaan di kawasan, sementara diplomasi internasional terus diupayakan guna mencegah meluasnya konflik menjadi perang terbuka yang lebih besar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online