Budi Gunadi Sadikin Bersaing dengan 5 Kandidat Berebut Kursi Dirjen WHO

Newswire
Newswire Sabtu, 26 September 2026 11:17 WIB
Budi Gunadi Sadikin Bersaing dengan 5 Kandidat Berebut Kursi Dirjen WHO

Kantor Pusat WHO. - Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar enam kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Bursa pencalonan pimpinan badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut kini memasuki tahapan berikutnya setelah proses pendaftaran calon resmi ditutup pada Kamis (24/9), berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui situs resmi WHO.

Budi Gunadi Sadikin menjadi satu-satunya kandidat dari Indonesia yang masuk dalam bursa tersebut. Ia akan berhadapan dengan lima kandidat internasional yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan organisasi WHO.

Kelima kandidat tersebut yakni mantan Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge dari Belgia, mantan Menteri Kesehatan Qatar Hanan Al-Kuwari, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Hanan Balkhy, dokter onkologi anak asal Botswana Gevorg Tamamyan, serta Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Determinan Sosial Kesehatan WHO Maria Neira dari Spanyol.

Masa Jabatan Tedros Berakhir 2027

Posisi Direktur Jenderal WHO saat ini masih ditempati Tedros Adhanom Ghebreyesus. Masa jabatan Tedros dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2027.

Selama memimpin WHO, Tedros menghadapi sejumlah tantangan kesehatan global. Di antaranya pandemi Covid-19, wabah Ebola, hingga merebaknya wabah mpox.

Pengganti Tedros nantinya akan ditentukan melalui proses pemilihan oleh negara-negara anggota WHO. Penunjukan resmi Direktur Jenderal WHO berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam Sidang ke-80 Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly pada Mei 2027.

Dengan demikian, proses pemilihan tersebut akan menentukan sosok yang memimpin organisasi kesehatan global itu untuk periode berikutnya.

Mengenal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO

WHO merupakan lembaga khusus di bawah naungan PBB yang berperan sebagai otoritas pengarah sekaligus pembuat kebijakan kesehatan publik di tingkat internasional.

Organisasi ini didirikan pada 7 April 1948. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Kesehatan Dunia.

Markas besar WHO berada di Jenewa, Swiss. Organisasi tersebut saat ini memiliki 194 negara anggota dan menjalankan kegiatannya melalui enam kantor regional yang tersebar di berbagai wilayah dunia.

WHO memiliki mandat yang luas dalam bidang kesehatan global. Organisasi ini antara lain berperan mengoordinasikan penanganan keadaan darurat kesehatan, menetapkan standar serta pedoman medis internasional, dan melakukan pengawasan serta upaya pencegahan terhadap penyakit menular maupun tidak menular.

Selain itu, WHO mendorong tercapainya akses layanan kesehatan yang merata atau Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat di seluruh dunia.

Dirjen WHO Jadi Posisi Tertinggi

Direktur Jenderal merupakan posisi tertinggi dalam struktur WHO. Jabatan tersebut berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) organisasi sekaligus penasihat utama PBB dalam berbagai persoalan kesehatan global.

Direktur Jenderal WHO dipilih oleh negara-negara anggota melalui Majelis Kesehatan Dunia. Masa jabatan yang berlaku adalah lima tahun.

Pemilihan tersebut menjadikan posisi Dirjen WHO memiliki peran penting dalam menentukan arah organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan internasional.

Budi Gunadi Sadikin kini masuk dalam proses menuju pemilihan tersebut bersama lima kandidat lainnya. Hasil akhirnya akan ditentukan melalui Sidang ke-80 Majelis Kesehatan Dunia pada Mei 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online