Mendukbangga: Jangan Biarkan Meja Makan Sunyi karena Gawai
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JENEWA—Akhir pekan ini, Jumat (22/12/2023) Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan tentang ancaman demam berdarah yang telah menyebar ke negara-negara yang sebelumnya tidak terjamah, menginfeksi lebih dari 5 juta orang dan menewaskan lebih dari 5.000 orang pada tahun ini.
Hampir 80 persen dari kasus-kasus tersebut, atau sebanyak 4,1 juta kasus, dilaporkan terjadi di Amerika, diikuti oleh Asia Tenggara dan Pasifik Barat, ungkap Diana Rojas Alvarez, ketua tim badan kesehatan dunia tersebut untuk arbovirus, dalam sebuah pertemuan mingguan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.
Alvarez mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu penyebabnya karena mengakibatkan curah hujan, kelembapan, dan suhu yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak.
BACA JUGA: Ketua dan Komisioner KPU Diperiksa Terkait dengan Pelanggaran Kode Etik
"Meskipun 4 miliar orang berisiko terkena demam berdarah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan biasanya sembuh dalam waktu satu hingga dua pekan," kata WHO. Infeksi demam berdarah yang parah ditandai dengan syok, perdarahan hebat, atau kerusakan organ yang parah.
Karena tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah, deteksi dini dan akses untuk mendapatkan perawatan medis dapat menurunkan angka kematian akibat kasus yang parah.
Badan PBB tersebut mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan menembus rekor 5,2 juta kasus pada 2019, meningkat sepuluh kali lipat dari tahun 2000 di 129 negara.
Alvarez mengatakan bahwa ancaman ini membutuhkan "perhatian dan respons maksimal dari semua tingkatan" dari badan tersebut untuk mendukung negara-negara dalam mengendalikan wabah demam berdarah saat ini dan mempersiapkan diri menghadapi musim demam berdarah yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi laga penentuan tiket 16 besar di Stadion Houston.
WHO: 1.300 tewas akibat gelombang panas Eropa. Jerman 41,7°C, Prancis 1.000 kematian tambahan. Eropa memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan usai mengganti sepatu emas edisi khusus dengan sepatu pink saat Portugal menghadapi Kolombia di Piala Dunia 2026.
Laptop terasa lambat? Simak 5 cara sederhana untuk meningkatkan performa laptop tanpa biaya servis, mulai dari membersihkan file sampah hingga mengatur startup.