Serangan Udara Myanmar Tewaskan 50 Orang, PBB Minta Kekerasan Dihentikan
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JENEWA—Akhir pekan ini, Jumat (22/12/2023) Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan tentang ancaman demam berdarah yang telah menyebar ke negara-negara yang sebelumnya tidak terjamah, menginfeksi lebih dari 5 juta orang dan menewaskan lebih dari 5.000 orang pada tahun ini.
Hampir 80 persen dari kasus-kasus tersebut, atau sebanyak 4,1 juta kasus, dilaporkan terjadi di Amerika, diikuti oleh Asia Tenggara dan Pasifik Barat, ungkap Diana Rojas Alvarez, ketua tim badan kesehatan dunia tersebut untuk arbovirus, dalam sebuah pertemuan mingguan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.
Alvarez mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu penyebabnya karena mengakibatkan curah hujan, kelembapan, dan suhu yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak.
BACA JUGA: Ketua dan Komisioner KPU Diperiksa Terkait dengan Pelanggaran Kode Etik
"Meskipun 4 miliar orang berisiko terkena demam berdarah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan biasanya sembuh dalam waktu satu hingga dua pekan," kata WHO. Infeksi demam berdarah yang parah ditandai dengan syok, perdarahan hebat, atau kerusakan organ yang parah.
Karena tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah, deteksi dini dan akses untuk mendapatkan perawatan medis dapat menurunkan angka kematian akibat kasus yang parah.
Badan PBB tersebut mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan menembus rekor 5,2 juta kasus pada 2019, meningkat sepuluh kali lipat dari tahun 2000 di 129 negara.
Alvarez mengatakan bahwa ancaman ini membutuhkan "perhatian dan respons maksimal dari semua tingkatan" dari badan tersebut untuk mendukung negara-negara dalam mengendalikan wabah demam berdarah saat ini dan mempersiapkan diri menghadapi musim demam berdarah yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.