Asap Gunung Raung Bukan Erupsi, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

Newswire
Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 10:17 WIB
Asap Gunung Raung Bukan Erupsi, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

Badan Geologi memastikan kepulan asap di lereng Gunung Raung bukan erupsi, melainkan akibat kebakaran lahan. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kepulan asap yang terlihat di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur, dipastikan bukan berasal dari erupsi maupun aktivitas vulkanik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut fenomena tersebut dipicu oleh kebakaran lahan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Kamis (20/8/2026), mengatakan kepulan asap mulai teramati sejak Rabu (19/8) pukul 06.30 WIB. Kepulan tersebut kemudian terlihat bergerak dan melebar pada pukul 13.06 WIB.

"Dari karakter sebaran, lokasi, dan warna asap yang teramati, diduga bahwa fenomena kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran lahan," kata dia.

Pengamatan Gunung Raung Tidak Menunjukkan Erupsi

Lana menjelaskan hasil pengamatan visual Gunung Raung selama dua pekan terakhir. Dalam periode tersebut, aktivitas yang terlihat hanya berupa hembusan gas/uap air bertekanan fluktuatif dengan ketinggian maksimal 500 meter dari atas puncak.

Tidak ditemukan aktivitas erupsi yang menghasilkan material batuan. Kondisi kegempaan Gunung Raung juga tidak menunjukkan tanda peningkatan aktivitas vulkanik yang mengarah pada proses keluarnya magma ke permukaan.

Rekaman kegempaan, kata Lana, didominasi oleh Gempa Hembusan permukaan akibat pelepasan tekanan gas. Sementara itu, tidak terdeteksi peningkatan jumlah maupun jenis kegempaan yang mengindikasikan adanya migrasi magma ke permukaan.

Temuan tersebut menjadi dasar Badan Geologi untuk memastikan kepulan asap yang terlihat di lereng selatan Gunung Raung bukan merupakan tanda erupsi.

Status Gunung Raung Tetap Level II

Gunung Raung berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas gunung tersebut pada Level II (Waspada), status yang telah berlaku sejak 19 Desember 2023.

Meski kepulan asap yang terlihat dipastikan berkaitan dengan kebakaran lahan, masyarakat dan wisatawan tetap diminta memperhatikan ketentuan keselamatan di kawasan Gunung Raung.

Lana mengimbau masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di kawah puncak. Imbauan tersebut diberikan untuk menghindari potensi bahaya akumulasi gas vulkanik berkepekatan tinggi.

Dengan status Gunung Raung yang masih berada pada Level II (Waspada), pembatasan aktivitas di sekitar pusat erupsi tetap berlaku meskipun fenomena kepulan asap yang teramati bukan disebabkan oleh aktivitas erupsi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online