KRL Bogor-Jakarta Gangguan, Ini Rute Transjakarta yang Dikerahkan

Newswire
Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 10:07 WIB
KRL Bogor-Jakarta Gangguan, Ini Rute Transjakarta yang Dikerahkan

Ilustrasi rangkaian kereta api. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Transjakarta mengerahkan armada bantuan di dua rute untuk membantu mobilisasi penumpang yang terdampak kendala operasional Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota di lintas Pasar Minggu-Manggarai.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan armada tambahan tersebut dioperasikan melalui Rute D11 (Terminal Depok-Cawang Sentral) dan Rute 4B (Stasiun UI-Manggarai).

“Langkah integrasi ini dilakukan untuk memobilisasi armada pendukung, membantu penyerapan pelanggan, serta menyediakan rute alternatif bagi masyarakat terdampak,” kata Ayu dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis.

Selain mengerahkan armada, Transjakarta menyiagakan petugas di lapangan. Petugas tersebut ditugaskan memastikan operasional layanan tetap berjalan lancar sekaligus membantu mengurai penumpukan pelanggan akibat gangguan perjalanan Commuter Line.

Transjakarta Siapkan Moda Alternatif

Menurut Ayu, pengerahan armada bantuan tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai penanganan resiliensi transportasi publik.

MoU tersebut baru saja ditandatangani Transjakarta bersama operator antarmoda. Integrasi layanan itu menjadi dasar mobilisasi moda pendukung ketika terjadi kendala dalam perjalanan transportasi publik.

Gangguan sebelumnya disampaikan KAI Commuter melalui akun X resminya. Perjalanan Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota pada Kamis mengalami keterlambatan setelah KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) di antara Stasiun Pasar Minggu-Manggarai tertemper orang.

"Saat ini dalam penanganan petugas. Perjalanan Commuter Line saat ini masih menunggu pengecekan rangkaian di Stasiun Tebet,” tulis KAI Commuter melalui akun X resminya.

Kondisi tersebut membuat perjalanan Commuter Line pada lintas Pasar Minggu-Manggarai mengalami kendala operasional. Transjakarta kemudian mengoperasikan armada pada dua rute untuk membantu menyediakan pilihan perjalanan bagi masyarakat yang terdampak.

Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta dan Bogor bukan sekadar rute komuter tersibuk di Indonesia saat ini, melainkan saksi bisu modernisasi transportasi rel di Asia Tenggara. Jejak langkahnya membentang lebih dari satu abad, dimulai dari ambisi pemerintah kolonial Hindia Belanda hingga transformasi digital modern.

Gagasan untuk mengalirkan listrik pada jalur kereta api di Batavia (Jakarta) dan sekitarnya dicetuskan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial, Electrische Staatsspoorwegen (ESS), sekitar tahun 1917. Pertumbuhan penduduk dan mobilitas antara pusat pemerintahan di Batavia dengan kawasan pegunungan Buitenzorg (Bogor) membutuhkan moda transportasi yang lebih cepat dan bebas polusi asap dibanding kereta uap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online