Houthi Klaim Serang 8 Kapal Tanker Arab Saudi Sejak 20 Juli

Newswire
Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 09:37 WIB
Houthi Klaim Serang 8 Kapal Tanker Arab Saudi Sejak 20 Juli

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Gerakan Ansar Allah di Yaman atau Houthi mengklaim telah menyerang delapan kapal tanker Arab Saudi dan menghadang 48 kapal lainnya sejak 20 Juli. Kelompok tersebut menyebut aksi itu merupakan bagian dari strategi yang mereka sebut sebagai prinsip “blokade dibalas dengan blokade”.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saria, mengatakan delapan kapal tanker minyak Arab Saudi yang diserang berada di sejumlah jalur perairan strategis. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu melalui aplikasi Telegram.

"Sejak pengumuman larangan pelayaran maritim bagi lawan kami, Arab Saudi, pada 20 Juli hingga hari ini, angkatan bersenjata Yaman telah melancarkan serangan terhadap delapan kapal tanker minyak Arab Saudi. Lima di Laut Merah dan tiga di Teluk Aden serta Laut Arab," kata Saria melalui aplikasi Telegram.

48 Kapal Tanker Saudi Diklaim Dihadang

Selain serangan terhadap delapan kapal tanker, Houthi mengklaim telah mencegah 48 kapal tanker Arab Saudi melintasi jalur pelayaran dan memaksa kapal-kapal tersebut mengubah arah.

Menurut Saria, puluhan kapal yang dihadang tersebut tersebar di sejumlah wilayah perairan. Sebanyak 34 kapal disebut dihentikan di Laut Arab dan Samudra Hindia, sedangkan 14 kapal lainnya berada di Laut Merah.

"Sebanyak 34 kapal dihentikan di Laut Arab dan Samudra Hindia, sementara 14 kapal lainnya di Laut Merah," ujarnya.

Saria menegaskan tindakan terhadap kapal-kapal Arab Saudi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi kelompoknya. Houthi menyebut strategi itu mengusung prinsip "blokade dibalas dengan blokade."

Kelompok Houthi juga mengklaim telah menghancurkan dua kapal pendarat dan lebih dari 10 perahu militer. Namun, informasi mengenai klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen.

Houthi Klaim Serang Kilang Aramco Jazan

Selain klaim mengenai kapal tanker, Houthi sebelumnya mengaku menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco di Arab Saudi menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Peristiwa itu berlangsung di tengah meningkatnya ketidakstabilan regional akibat perang AS-Israel terhadap Iran.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, sebagaimana dilansir Reuters, mengatakan serangan drone diarahkan ke kilang minyak Jazan.

Fasilitas tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Houthi. Kilang Jazan diketahui memiliki kapasitas memproses 400.000 barel minyak mentah per hari.

Kebakaran Kilang Jazan Dikonfirmasi Saudi

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi terjadinya kebakaran di kilang minyak tersebut. Api kemudian berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka dalam insiden itu.

Pihak berwenang Arab Saudi masih menangani kejadian tersebut. Namun, Kementerian Energi Arab Saudi tidak menjelaskan penyebab kebakaran.

Klaim Houthi mengenai serangan terhadap kilang Jazan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi yang dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan. Sementara itu, klaim mengenai jumlah kapal yang diserang dan dihadang tetap perlu dilihat berdasarkan konfirmasi independen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online