Gempa M5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG Catat 3.055 Susulan

Newswire
Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 05:37 WIB
Gempa M5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG Catat 3.055 Susulan

Kerusakan jalan akibat gempa M7,7 NTT di Jalur Pantai Utara, Pulau Flores, NTT. /Istimewa-Dok. KKN UMY.

Harianjogja.com, NTT—Gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026) malam pukul 23.17 WIB. Gempa tersebut berpusat di wilayah Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dan berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa M5,7 itu dirasakan di sejumlah wilayah NTT. Intensitas maksimum mencapai III-IV MMI dan tercatat dirasakan masyarakat di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur.

Peristiwa tersebut terjadi ketika aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya masih berlangsung. BMKG mencatat gempa dengan magnitudo di bawah 5 terus terjadi, dengan kekuatan mulai dari magnitudo 4 hingga magnitudo 2.

BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan di Flores

Aktivitas tersebut berkaitan dengan gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan rangkaian gempa susulan akibat gempa besar tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk meluruh.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Rabu.

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat 3.055 gempa susulan setelah gempa utama. Dari jumlah tersebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat bermagnitudo 1,1.

Dari ribuan gempa susulan itu, sebanyak 88 gempa dirasakan oleh masyarakat. Data tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di zona tektonik Flores Back-Arc masih berlangsung dan masyarakat di Pulau Flores serta wilayah sekitarnya diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.

BMKG Pantau Gempa Secara Waktu Nyata

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan secara waktu nyata. Pemantauan tersebut dilakukan sekaligus untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian.

Rangkaian gempa susulan di zona tektonik Flores Back-Arc membuat kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan. Terlebih, gempa dengan kekuatan berbeda masih tercatat terjadi di kawasan tersebut.

BMKG juga mengingatkan warga terdampak agar tidak menempati bangunan atau rumah yang mengalami retakan struktural. Bangunan yang dipastikan tidak aman perlu dihindari untuk mengurangi risiko kerobohan akibat guncangan gempa susulan.

Selain memperhatikan kondisi bangunan, masyarakat diminta tetap tenang dalam menghadapi rangkaian gempa. Warga juga diimbau tidak terpengaruh oleh isu maupun hoaks kebencanaan yang tidak jelas sumbernya.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas tektonik, termasuk gempa susulan di wilayah Flores dan sekitarnya, diminta selalu diperbarui melalui aplikasi serta kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

Dengan demikian, gempa M5,7 yang kembali mengguncang Ruteng pada Rabu malam menjadi bagian dari rangkaian aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di Flores. BMKG menyebut peluruhan gempa susulan pascagempa M7,7 diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online