Polisi Karawang Bongkar Oplosan LPG 3 Kg, 3 Orang Ditangkap
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.
Gunung Semeru. Antara
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sebanyak empat kali dalam satu hari dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak, Sabtu (3/1/2026).
Aktivitas vulkanik gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur itu terpantau intensif oleh petugas pos pengamatan dan masih berstatus Level III (Siaga).
Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.51 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke utara.
“Semeru kembali erupsi pada pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau setara 4.376 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Aktivitas erupsi kembali berlanjut pada pukul 06.56 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal yang mengarah ke timur laut.
“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 120 detik,” ujarnya.
Liswanto menjelaskan, status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
“Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” katanya.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.
Banyak penumpang kehilangan barang saat pemeriksaan bandara karena melanggar aturan kabin pesawat. Simak daftar barang yang sering disita, mulai dari power bank
Babak semifinal Piala AFF 2026 dipastikan tanpa wajah baru. Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia yang sama-sama pernah juara akan berebut tiket final dala
Mobil lama tidak selalu lebih hemat. Kenali lima tanda kendaraan sudah saatnya diganti, mulai dari biaya perbaikan yang membengkak hingga faktor keselamatan ber
Marc Marquez mengalami akhir pekan terburuknya di MotoGP Inggris 2026. Pebalap Ducati Lenovo kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin dalam klasemen MotoGP 202
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Pertamina, PLN, dan BUMN lain memangkas anak-cucu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mempercepa