DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Gunung Semeru. Antara
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sebanyak empat kali dalam satu hari dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak, Sabtu (3/1/2026).
Aktivitas vulkanik gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur itu terpantau intensif oleh petugas pos pengamatan dan masih berstatus Level III (Siaga).
Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 00.51 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke utara.
“Semeru kembali erupsi pada pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau setara 4.376 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Aktivitas erupsi kembali berlanjut pada pukul 06.56 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal yang mengarah ke timur laut.
“Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 120 detik,” ujarnya.
Liswanto menjelaskan, status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
“Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” katanya.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.