Kubu Febrie Buka Suara soal Kematian Sutrimo, Sebut Idap Diabetes
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyoroti praktik pengerukan tambang dan eksploitasi hutan secara masif yang dinilainya hanya memberikan keuntungan kepada sejumlah pihak. Ia mengingatkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) semestinya diarahkan untuk kemakmuran rakyat secara luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Megawati mempertanyakan kondisi generasi mendatang apabila pengelolaan kekayaan alam Indonesia terus dilakukan dengan orientasi keuntungan bagi segelintir pihak. Menurut dia, praktik tersebut dapat berdampak terhadap kehidupan anak cucu di masa depan.
"Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat, tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri. Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah," ujar Megawati di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Megawati Soroti Pengelolaan SDA Indonesia
Megawati mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik dari sektor pertambangan maupun kehutanan. Kekayaan tersebut, menurut dia, seharusnya dikelola secara rasional dan terstruktur untuk kepentingan masyarakat.
"Mineral dan hutan-hutan kita, Indonesia bisa makmur sebenarnya. Inilah yang harus kita capai melalui Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21," imbuhnya.
Konsep yang disebut Megawati tersebut adalah Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Abad 21. Ia menjelaskan rancangan pembangunan itu sejatinya telah dirumuskan secara matang pada era Presiden Soekarno.
Dalam penyusunannya, konsep tersebut menghimpun sumbangsih pemikiran dari ratusan ahli. Megawati kembali mendorong agar konsep pembangunan tersebut diperjuangkan sebagai bagian dari pekerjaan sejarah yang belum selesai.
PDIP Akan Kembali Perjuangkan Konsep Pembangunan
Megawati menegaskan akan menginstruksikan seluruh jajaran PDIP pada Kongres partai mendatang untuk kembali memperjuangkan jalannya konsep pembangunan tersebut.
Menurut Megawati, upaya itu berkaitan dengan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan sejarah yang belum tuntas. Ia juga menekankan identitas Indonesia sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan.
"Terus kita perkuat semangat bagi pekerjaan sejarah yang belum selesai itu. Sebab Indonesia ditakdirkan lahir sebagai bangsa pejuang," pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP. Dalam kesempatan itu, ia kembali menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan rakyat dan pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Job Fair Jateng digelar 20-21 Agustus 2026 dengan 4.587 lowongan dari 30 perusahaan dan 257 jabatan untuk berbagai lulusan.
Kilang Plaju memperkuat ketahanan energi lewat implementasi B50, inovasi refrigeran Breezon MC-32, dan produksi Polytam.
KPK tidak menindak dugaan pelanggaran etik Setya Budi Dias karena yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi insan KPK.
Lelang aset Sritex di KPKNL Surakarta masih stagnan. Eks pekerja berharap Danantara segera mengakuisisi pabrik dan menyelesaikan pesangon
Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dikemas melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan yang dibuka pada Sabtu (15/8) di Paseban Bantul