Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Foto ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, TOKYO— Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah timur Jepang, termasuk Prefektur Chiba dekat Tokyo, memicu banjir luas dan menewaskan tiga orang. Hujan deras yang dimulai pada Kamis (13/8) tersebut berlanjut hingga Jumat dini hari.
Akibat kondisi cuaca ekstrem itu, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan Level 5, yang merupakan tingkat tertinggi dalam skala peringatan mereka.
Banjir merendam jalan-jalan di berbagai wilayah Chiba. Pemerintah Kota Chiba dan Ichikawa juga mendesak warga segera mengambil langkah keselamatan karena bencana mungkin sedang terjadi atau berpotensi segera terjadi.
Peringatan Tanah Longsor Level 5
Badan Meteorologi Jepang turut mengeluarkan peringatan tanah longsor Level 5 untuk sejumlah wilayah di Prefektur Chiba, termasuk Chiba dan Ichihara.
Cuaca ekstrem tersebut dipicu aliran udara hangat dan lembap menuju wilayah timur Jepang yang bertemu dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer. Pertemuan kedua kondisi tersebut menciptakan atmosfer yang sangat tidak stabil.
Hujan lebat diperkirakan masih berlanjut di Chiba dan wilayah sekitarnya hingga Jumat.
Menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana, perintah evakuasi telah dikeluarkan bagi lebih dari 400.000 orang di Prefektur Chiba dan Ibaraki hingga Jumat tengah malam. Sementara itu, perintah evakuasi untuk sebagian wilayah Saitama telah dicabut.
Kantor Kabinet mencatat sedikitnya 200 tempat penampungan evakuasi telah disiapkan di ketiga prefektur tersebut serta di Prefektur Gunma.
Tiga Orang Tewas akibat Banjir
Banjir yang melanda sejumlah kawasan Chiba menyebabkan korban jiwa. Seorang pria yang terlihat berada di tengah genangan banjir di jalan yang terendam di Ichikawa kemudian dipastikan meninggal dunia.
Di Sakura, seorang perempuan berusia 66 tahun meninggal setelah terjebak di dalam mobil di jalan yang terendam banjir, menurut otoritas setempat.
Korban ketiga merupakan seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalan yang terendam banjir di Yachiyo, Prefektur Chiba. Pihak kepolisian kemudian menyatakan pria tersebut meninggal dunia.
Selain korban jiwa, banjir juga membuat kendaraan terjebak di berbagai ruas jalan di Prefektur Chiba. Petugas pemadam kebakaran menerima panggilan dari warga yang terjebak di dalam kendaraan mereka.
Air bahkan menyembur keluar dari lubang saluran pembuangan di Kota Chiba. Warga harus menerjang genangan air setinggi lutut ketika berusaha pulang ke rumah.
Warga Mengungsi ke Gedung Pemerintah
Ratusan orang berkumpul di gedung pemerintah prefektur yang dibuka sebagai tempat penampungan bagi warga yang terjebak akibat banjir.
Seorang perempuan berusia 34 tahun yang sedang dalam perjalanan pulang dari Tokyo menjadi salah satu warga yang berada di tempat penampungan tersebut.
"Kaki saya basah kuyup hingga sebatas lutut. Minimarket dan pos polisi mengalami pemadaman listrik. Saya merasa tidak aman."
Ia mengatakan kondisi tersebut membuatnya harus bertahan di tempat penampungan sembari menunggu situasi membaik.
"Sebenarnya saya ingin menghindari bermalam di sini, tetapi saya harus menunggu hujan reda dan air surut. Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya," ujarnya.
Curah Hujan Capai 115 Milimeter per Jam
Besarnya curah hujan terlihat di Distrik Chuo, Chiba. Pada Kamis malam, curah hujan per jam mencapai 115 milimeter.
Jumlah tersebut setara dengan total curah hujan bulanan di wilayah itu selama Agustus dalam kondisi normal.
Dampak bencana juga dirasakan sektor kelistrikan. Menurut anak perusahaan Tokyo Electric Power Company Holdings Inc., sekitar 45.000 rumah di Prefektur Chiba terdampak akibat pemadaman listrik.
Dengan hujan lebat yang diperkirakan masih berlanjut hingga Jumat, warga di wilayah terdampak tetap menghadapi risiko banjir dan tanah longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Google meluncurkan Gemini 3.7 Flash dengan kemampuan coding lebih canggih, dukungan AI agent, dan biaya penggunaan hingga 50% lebih murah.
Rem motor macet bisa membuat roda seret dan membahayakan pengendara. Kenali delapan penyebab utama serta cara mengantisipasinya.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku