Korban Bencana Nepal Capai 1.396, Jepang Kirim Bantuan Rp35 Miliar

Newswire
Newswire Selasa, 15 September 2026 18:07 WIB
Korban Bencana Nepal Capai 1.396, Jepang Kirim Bantuan Rp35 Miliar

Salah satu wilayah Nepal yang diterjang banjir bandang. ANTARA/Anadolu/py.\r\n

Harianjogja.com, TOKYO—Jepang menyiapkan bantuan sekitar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp35,37 miliar kepada Nepal untuk membantu proses identifikasi jenazah korban banjir besar dan tanah longsor. Bencana yang terjadi di dekat perbatasan Nepal dengan China pada akhir Agustus itu kini telah menewaskan 1.396 orang.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan bantuan tersebut akan difokuskan pada kebutuhan identifikasi korban. Dana itu digunakan untuk menyediakan peralatan pengujian DNA sekaligus mengirim tim ahli Jepang ke Nepal.

Keputusan pemberian bantuan tersebut disampaikan Motegi dalam konferensi pers pada Selasa (15/9). Langkah itu menjadi bagian dari dukungan Jepang terhadap Nepal setelah bencana melanda wilayah utara negara tersebut.

Selain bantuan untuk identifikasi jenazah, Jepang juga tengah menyiapkan bantuan darurat tambahan berupa berbagai perlengkapan. Japan International Cooperation Agency (JICA) juga melakukan survei untuk mengetahui kebutuhan Nepal dalam pemulihan dan rekonstruksi jangka menengah hingga panjang.

“Kami berencana untuk terus memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada Nepal, sahabat lama kami,” kata Motegi.

Jepang Sudah Salurkan Bantuan Darurat

Dukungan Jepang untuk Nepal telah diberikan sejak bencana terjadi pada 26 Agustus. Jepang sebelumnya menyumbangkan sejumlah perlengkapan bantuan darurat, termasuk tenda dan selimut.

Jepang juga menyatakan akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai 3 juta dolar AS atau sekitar Rp53,05 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, air, sanitasi, serta berbagai perlengkapan penting bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, hingga Jumat, jumlah korban meninggal di Nepal telah melampaui 1.300 orang. Lebih dari 5.000 orang juga masih belum diketahui keberadaannya.

Di antara orang yang belum ditemukan terdapat satu keluarga beranggotakan lima orang dari Osaka, Jepang bagian barat. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam proses pencarian dan identifikasi korban bencana di Nepal.

Korban Meninggal Capai 1.396 Orang

Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Nepal utara mencapai 1.396 orang. Angka tersebut berdasarkan laporan China Central Television (CCTV) pada Selasa yang mengutip otoritas Nepal.

Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut dilaporkan sebanyak 1.367 orang. Dengan demikian, jumlah korban meninggal yang dilaporkan mengalami peningkatan.

Di tengah skala bencana tersebut, terdapat pula kisah penyelamatan korban yang bertahan dalam kondisi ekstrem. Seorang perempuan berusia 64 tahun di Nepal dilaporkan selamat setelah terjebak selama 10 hari di bawah reruntuhan.

Laporan Kathmandu Post pada Sabtu (5/9), yang mengutip Kepolisian Bersenjata Nepal, menyebut perempuan tersebut ditemukan di lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot.

Perempuan itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim penyelamat kemudian mengevakuasinya menggunakan helikopter menuju sebuah pangkalan militer Nepal untuk mendapatkan perawatan medis.

Banjir Bandang Terjadi 26 Agustus

Banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal pada Rabu pagi (26/8). Aliran air deras menyapu masuk ke Sungai Bhotekoshi dan memicu bencana yang berdampak besar terhadap kawasan tersebut.

Bencana itu terjadi setelah gletser mengalami penyusutan yang kemudian memicu tanah longsor. Banjir dan longsor tersebut menyebabkan banyak korban jiwa serta membuat ribuan orang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Dalam situasi tersebut, Jepang melanjutkan dukungan kepada Nepal, mulai dari bantuan darurat, dukungan kemanusiaan hingga penyediaan peralatan dan tenaga ahli untuk proses identifikasi jenazah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online