Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Letusan Tertinggi Capai 1,2 Km

Newswire
Newswire Jum'at, 14 Agustus 2026 07:27 WIB
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Letusan Tertinggi Capai 1,2 Km

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak pada Jumat (14/8/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG\r\n

Harianjogja.com, LUMAJANG— Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat mengalami erupsi sebanyak delapan kali selama enam jam terakhir pada Jumat (14/8/2026) pagi. Tinggi letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak atau sekitar 4.876 mdpl.

Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.24 WIB. Visual letusan tidak teramati dan saat laporan dibuat, erupsi tersebut masih berlangsung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi kembali terjadi pada pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak.

"Erupsi kedua terjadi pada pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Delapan Kali Erupsi hingga Pagi

Aktivitas erupsi Gunung Semeru berlanjut dalam beberapa kali kejadian. Erupsi ketiga terjadi pukul 01.24 WIB dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak.

Berikutnya, erupsi keempat tercatat pukul 04.38 WIB dan erupsi kelima pada pukul 04.57 WIB. Visual kedua letusan tersebut tidak teramati.

Aktivitas kemudian meningkat pada pukul 05.15 WIB. Pada erupsi keenam itu, tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau mencapai 4.876 mdpl.

"Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 mdpl)," katanya.

Kolom abu pada erupsi tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Tidak lama kemudian, erupsi ketujuh terjadi pada pukul 05.25 WIB. Tinggi letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas sedang ke arah selatan.

Erupsi kedelapan tercatat pada pukul 05.40 WIB. Tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak, sementara kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.

"Saat laporan itu dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung," ucap Liswanto.

Semeru Masih Berstatus Level III Siaga

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat mendapat rekomendasi untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar

Liswanto meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diperhatikan pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online