Bekal Masuk Dunia Kerja, Mahasiswa Dilatih Pahami K3

Newswire
Newswire Senin, 10 Agustus 2026 20:47 WIB
Bekal Masuk Dunia Kerja, Mahasiswa Dilatih Pahami K3

Mahasiswa dari 16 kampus dengan pelatihan K3 untuk menghadapi magang dan dunia kerja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui Training Workplace Safety & Health Essentials. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kegiatan magang sekaligus memasuki lingkungan kerja profesional.

Kegiatan tersebut digelar di Crystal Lotus Hotel Jogja pada Senin (10/8/2026). Pelatihan diikuti mahasiswa dari 16 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh pembelajaran mengenai prinsip keselamatan kerja, pengenalan risiko, hingga praktik penanganan kondisi darurat.

Perguruan tinggi yang mengirimkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas AKPRIND Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UPN "Veteran" Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta, Universitas Janabadra, Universitas Sanata Dharma, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Tidar, Politeknik Negeri Malang, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Brawijaya.

Pemahaman mengenai K3 perlu diperkenalkan sejak mahasiswa agar mereka terbiasa menerapkan prinsip keselamatan dan tanggung jawab ketika berada di lingkungan kerja.

"Pemahaman K3 perlu ditanamkan sejak mahasiswa supaya mampu membangun kebiasaan kerja yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab," kata Business Support Manager Indo Asia Sinergi Sejahtera, Karulina.

Pelatihan menghadirkan Henri Kurniawan dan Iram Rovid sebagai narasumber. Henri menyampaikan materi mengenai dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), praktik kerja aman, ergonomi, komunikasi keselamatan, serta kepemimpinan dalam keselamatan kerja.

Sementara itu, Iram membahas identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko, sistem tanggap darurat, pelaporan dan investigasi insiden, budaya keselamatan, serta tanggung jawab profesional.

Mahasiswa Praktik Menggunakan APAR

Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi di dalam kelas. Mahasiswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan secara langsung sejumlah prosedur K3 dengan menggunakan perlengkapan yang disediakan PT Indo Asia Sinergi Sejahtera.

Dalam salah satu sesi, peserta mengenakan APD secara lengkap sebelum mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dengan pendampingan narasumber dan tim perusahaan, mahasiswa mempraktikkan prosedur penggunaan APAR, mulai dari persiapan, pengoperasian alat, hingga menentukan posisi yang aman ketika melakukan pemadaman awal.

"Praktik tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori keselamatan kerja, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan tepat".

Selain simulasi APAR, mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan observasi K3 di lingkungan hotel. Mereka mengidentifikasi berbagai aspek keselamatan, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, keberadaan APAR, kotak P3K, rambu keselamatan, instalasi listrik, serta potensi bahaya lainnya.

Hasil pengamatan setiap kelompok kemudian dibahas bersama narasumber. Peserta diajak menentukan bagian yang telah memenuhi aspek keselamatan sekaligus mengidentifikasi kondisi yang masih membutuhkan perbaikan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kuis interaktif menggunakan Kahoot. Kuis tersebut menjadi sarana evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti materi dan praktik K3 sepanjang hari.

Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap mahasiswa dapat membawa pemahaman mengenai keselamatan kerja ke berbagai aktivitas, baik di lingkungan kampus, organisasi mahasiswa, kegiatan magang maupun ketika nantinya memasuki dunia profesional. Pelatihan juga menekankan bahwa K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan atau petugas keselamatan kerja.

"Kesadaran untuk mengenali bahaya, mencegah kecelakaan, menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar, serta mengambil tindakan tepat dalam kondisi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab setiap individu di lingkungan kerja".

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online