Menag Ajak ASN hingga Santri Jadi Agen Perlindungan Sosial

Newswire
Newswire Sabtu, 03 Oktober 2026 16:57 WIB
Menag Ajak ASN hingga Santri Jadi Agen Perlindungan Sosial

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar. Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak jajaran Kementerian Agama hingga tokoh agama dan santri ikut bergerak sebagai agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka diharapkan membantu pemerintah dalam pendataan penerima bantuan sosial agar program tersebut menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Menag menyusul upaya pemerintah melakukan pendataan penerima bantuan sosial. Agen Perlinsos diharapkan dapat membantu memastikan bantuan sosial tepat sasaran sekaligus mendampingi warga yang membutuhkan di lingkungan masing-masing.

“Mari bergerak bantu sesama. Jangan biarkan ada tetangga kita yang terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Guru hingga Santri Dilibatkan

Nasaruddin mengatakan kepedulian terhadap sesama merupakan panggilan iman sekaligus wujud nyata persaudaraan yang diajarkan oleh seluruh agama. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama mengambil peran dalam upaya perlindungan sosial.

Peran tersebut mencakup ASN Kementerian Agama, guru, dosen, penyuluh, penghulu, pembimas, hingga kiai dan santri. Mereka diminta hadir sebagai agen Perlinsos dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam proses pendataan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program perlindungan sosial nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menag berpesan agar pelaksanaan program dilakukan dengan landasan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga kemaslahatan umat serta martabat kemanusiaan.

Kemenag Punya Puluhan Ribu Penyuluh dan Penghulu

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam sosialisasi program Perlinsos.

Menurut dia, Kemenag memiliki jejaring yang luas sehingga dapat menjangkau masyarakat dalam jumlah besar. Kemenag setidaknya membina 38 ribu penyuluh agama dan 13 ribu penghulu.

“Selain itu, juga ada para guru, guru madrasah, kemudian juga ormas keagamaan, majelis taklim, termasuk juga para takmir dan imam masjid dan kiai yang sangat potensial untuk membantu Kementerian Agama mempercepat registrasi perlindungan sosial,” kata dia.

Abu mengatakan keterlibatan jaringan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses registrasi perlindungan sosial sekaligus mendukung ketepatan sasaran bantuan.

“Jadi Perlinsos ini semacam digitalisasi bantuan sosial supaya lebih cepat birokrasinya dan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online