Progres Tol Jogja-Solo 92,54%, Penggarapan Akses Bokoharjo Dikebut

Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi Senin, 10 Agustus 2026 19:07 WIB
Progres Tol Jogja-Solo 92,54%, Penggarapan Akses Bokoharjo Dikebut

Jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan ini bisa tersambung dengan exit tol jalan Tol Jogja Solo. Abdul Hamid Razak/Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo (Jogja–Solo) terus dipercepat. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat progres fisik Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai 92,54% per akhir Juni 2026.

Percepatan juga dilakukan pada Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju koridor selatan DIY. Pembebasan lahan untuk akses tersebut telah mencapai 99,38% dan ditargetkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Direktur Utama PT JSMR Rivan A. Purwantono mengatakan pengembangan akses tersebut dilakukan melalui koordinasi dan dukungan Pemerintah Daerah DIY.

"Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya," ujar Rivan dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).

Akses Bokoharjo Dikebut

Rivan menjelaskan Akses Bokoharjo menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan. Akses ini menghubungkan Exit Tol Purwomartani dengan koridor wilayah selatan DIY.

Akses strategis tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Dengan pembebasan lahan yang telah mencapai 99,38%, pengerjaan fisik Akses Bokoharjo dapat segera dilakukan secara masif. Pelaksanaan tersebut menunggu selesainya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA).

Percepatan pembangunan jalan tol ini diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus mendukung akses menuju sejumlah kawasan pariwisata unggulan.

Di antaranya Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, hingga Tebing Breksi di Kabupaten Gunungkidul.

Tol Jogja–Bawen Hampir Rampung

Selain Tol Jogja–Solo, progres pembangunan juga terlihat pada proyek Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer.

Berdasarkan data yang disampaikan, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 98,68%. Jalan tol itu diproyeksikan beroperasi secara komersial pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif percepatan pembebasan lahan dan pengerjaan fisik jalan tol. Menurutnya, pembangunan tersebut dipastikan tidak menghadapi kendala berarti.

"Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik," pungkas Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Investasi Jalan Tol Tembus Rp668 Triliun

Di tingkat nasional, Asosiasi Tol Indonesia (ATI) mencatat akumulasi realisasi investasi pengusahaan jalan tol di Indonesia telah mencapai Rp668 triliun.

Nilai tersebut merupakan akumulasi investasi seluruh ruas jalan tol yang saat ini telah beroperasi.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono mengatakan modal yang tertanam di sektor infrastruktur jalan bebas hambatan diproyeksikan terus meningkat hingga Rp1.000 triliun seiring dengan berlangsungnya pembangunan ruas-ruas baru.

"Jaringan jalan tol yang beroperasi saat ini telah mencapai sepanjang 3.115,98 km yang dikelola oleh 59 BUJT, dengan akumulasi nilai investasi mencapai Rp668 triliun," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Menurut ATI, kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur yang semakin besar membutuhkan terobosan dalam model pembiayaan. Langkah tersebut diperlukan untuk memperbesar keterlibatan investasi swasta dalam pembangunan jalan tol.

Keterlibatan swasta juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang memiliki kapasitas pembiayaan terbatas.

"Pembangunan jalan tol pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Publik membutuhkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, berkualitas, dan andal," tambah Rivan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online