Pengembang Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik 10 Persen, Ini Alasannya
Pengembang usulkan harga rumah subsidi naik 10% akibat kenaikan biaya konstruksi, material, dan tekanan nilai tukar rupiah.
Jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan ini bisa tersambung dengan exit tol jalan Tol Jogja Solo. Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo (Jogja–Solo) terus dipercepat. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat progres fisik Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai 92,54% per akhir Juni 2026.
Percepatan juga dilakukan pada Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju koridor selatan DIY. Pembebasan lahan untuk akses tersebut telah mencapai 99,38% dan ditargetkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Direktur Utama PT JSMR Rivan A. Purwantono mengatakan pengembangan akses tersebut dilakukan melalui koordinasi dan dukungan Pemerintah Daerah DIY.
"Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya," ujar Rivan dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).
Akses Bokoharjo Dikebut
Rivan menjelaskan Akses Bokoharjo menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan. Akses ini menghubungkan Exit Tol Purwomartani dengan koridor wilayah selatan DIY.
Akses strategis tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Dengan pembebasan lahan yang telah mencapai 99,38%, pengerjaan fisik Akses Bokoharjo dapat segera dilakukan secara masif. Pelaksanaan tersebut menunggu selesainya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA).
Percepatan pembangunan jalan tol ini diharapkan memperkuat konektivitas sekaligus mendukung akses menuju sejumlah kawasan pariwisata unggulan.
Di antaranya Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, hingga Tebing Breksi di Kabupaten Gunungkidul.
Tol Jogja–Bawen Hampir Rampung
Selain Tol Jogja–Solo, progres pembangunan juga terlihat pada proyek Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer.
Berdasarkan data yang disampaikan, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 98,68%. Jalan tol itu diproyeksikan beroperasi secara komersial pada akhir tahun ini.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif percepatan pembebasan lahan dan pengerjaan fisik jalan tol. Menurutnya, pembangunan tersebut dipastikan tidak menghadapi kendala berarti.
"Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik," pungkas Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Investasi Jalan Tol Tembus Rp668 Triliun
Di tingkat nasional, Asosiasi Tol Indonesia (ATI) mencatat akumulasi realisasi investasi pengusahaan jalan tol di Indonesia telah mencapai Rp668 triliun.
Nilai tersebut merupakan akumulasi investasi seluruh ruas jalan tol yang saat ini telah beroperasi.
Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono mengatakan modal yang tertanam di sektor infrastruktur jalan bebas hambatan diproyeksikan terus meningkat hingga Rp1.000 triliun seiring dengan berlangsungnya pembangunan ruas-ruas baru.
"Jaringan jalan tol yang beroperasi saat ini telah mencapai sepanjang 3.115,98 km yang dikelola oleh 59 BUJT, dengan akumulasi nilai investasi mencapai Rp668 triliun," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Menurut ATI, kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur yang semakin besar membutuhkan terobosan dalam model pembiayaan. Langkah tersebut diperlukan untuk memperbesar keterlibatan investasi swasta dalam pembangunan jalan tol.
Keterlibatan swasta juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang memiliki kapasitas pembiayaan terbatas.
"Pembangunan jalan tol pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Publik membutuhkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, berkualitas, dan andal," tambah Rivan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pengembang usulkan harga rumah subsidi naik 10% akibat kenaikan biaya konstruksi, material, dan tekanan nilai tukar rupiah.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
BMKG menyebut OMC untuk membantu pemadaman karhutla belum bisa dilakukan karena awan konvektif belum terbentuk di sejumlah daerah.
Stok beras Bulog mencapai 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Serapan gabah petani sudah 3,67 juta ton setara beras.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.