Bandara Dhoho Kediri Kini Dikelola Mandiri SDHI

Newswire
Newswire Sabtu, 03 Oktober 2026 22:07 WIB
Bandara Dhoho Kediri Kini Dikelola Mandiri SDHI

ATC Bandara Dhoho Kediri. /Instagram.

Harianjogja.com, KEDIRI—Pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri memasuki babak baru setelah PT Surya Dhoho Investama (SDHI) memperoleh Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan.

Dengan sertifikat tersebut, SDHI secara resmi menjalankan pengelolaan dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri di Kediri, Jawa Timur, secara mandiri. Sebelumnya, pengelolaan bandara dilakukan melalui skema kerja sama operasi (KSO) antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT Surya Dhoho Investama Okky Riana Hartadi mengatakan status sebagai badan usaha bandar udara menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri.

"Perolehan sertifikat standar badan usaha bandar udara menjadi tonggak penting bagi dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri," katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri, Sabtu.

Pengelolaan Bandara Dhoho Beralih ke SDHI

Sertifikat Standar BUBU Nomor 81201089920010005 atas nama PT Surya Dhoho Investama diterbitkan Kementerian Perhubungan bersamaan dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama.

Penerbitan sertifikat tersebut sekaligus menandai berakhirnya skema KSO antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia. Selanjutnya, pengelolaan dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri dilakukan secara mandiri oleh SDHI.

Menurut Okky, status sebagai BUBU memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan Bandara Dhoho.

"Kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif," kata dia.

Pengelolaan secara mandiri tersebut juga menjadi bagian dari langkah strategis SDHI untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, perusahaan akan mengembangkan Bandara Internasional Dhoho Kediri secara adaptif dan berkelanjutan.

Bandara Dhoho dan Potensi Selingkar Wilis

Okky mengatakan Bandara Internasional Dhoho Kediri memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kawasan Selingkar Wilis. Keberadaan bandara tersebut dinilai berperan dalam membuka akses sekaligus menghubungkan berbagai potensi wilayah di Jawa Timur.

Penguatan konektivitas melalui Bandara Dhoho diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat. Konektivitas tersebut juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, bisnis, dan pariwisata di wilayah sekitar.

"Ke depan, kami berharap Bandara Dhoho tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga merupakan bagian penting dari ekosistem aviasi serta gateway yang membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah," katanya.

SDHI, lanjut Okky, akan terus memperkuat konektivitas dan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan juga akan mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur.

"Harapannya, pertumbuhan Bandara Dhoho dapat berjalan seiring dengan tumbuhnya ekosistem aviasi, aktivitas ekonomi, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," ujarnya.

Sebagai BUBU, SDHI juga berkomitmen memastikan keberlangsungan operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri. Pengelolaan tersebut tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online