Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, NGAWI—Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026). Empat siswa sempat dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan tersebut muncul sekitar dua jam setelah siswa kelas X mengonsumsi menu MBG berupa nasi, sayur wortel, tahu, dan ayam goreng. Meski muncul setelah makan MBG, dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan karena polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
Salah seorang siswa, Yusuf Bani Pratawa, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat sejumlah temannya berada di ruangan sebelah. Saat itu, para siswa mengeluhkan kondisi tubuh mereka setelah menyantap makanan yang diberikan dalam program MBG.
“Saya keluar kelas melihat teman-teman di ruangan sebelah seperti keracunan. Empat siswa kemudian dilarikan ke klinik setelah makan MBG,” ujarnya.
Tujuh Siswa Mengalami Keluhan
Guru SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Asna, mengatakan informasi mengenai siswa yang mengalami keluhan diketahui ketika dirinya berada di ruang guru.
Ia kemudian mengetahui terdapat siswa yang mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. Berdasarkan data yang dihimpun, tiga siswa sempat mendapatkan penanganan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Sementara itu, empat siswa lainnya dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine karena mengalami keluhan yang serupa.
“Saya di ruang guru mendengar ada siswa mual dan muntah. Sebagian dirawat di UKS, lainnya dibawa ke klinik seusai makan MBG,” jelasnya.
Dokter Klinik Pratama Aisyiyah Sine, Rhea Aulia, membenarkan empat siswa datang ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis. Keempat siswa tersebut mengeluhkan mual, muntah, dan pusing.
Setelah menjalani pemeriksaan, kondisi keempat siswa berangsur membaik. Mereka tidak perlu menjalani rawat inap dan diperbolehkan pulang.
Polisi Amankan Sampel Makanan
Kejadian tersebut kemudian diteruskan kepada polisi. Petugas mendatangi SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe untuk melakukan pengecekan sekaligus mengamankan sampel sisa makanan yang dikonsumsi para siswa.
Sampel makanan tersebut rencananya dibawa ke laboratorium Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami para siswa.
Pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan dalam program MBG yang disantap para siswa atau disebabkan faktor lainnya.
Rhea mengatakan keempat siswa datang ke klinik dengan keluhan yang muncul setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Datang dengan gejala mual, muntah, dan pusing. Menurut keterangan pasien, keluhan muncul setelah makan MBG,” jelasnya.
Dugaan Keracunan MBG Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel sisa makanan yang telah diamankan. Karena itu, dugaan keracunan akibat makanan MBG belum dapat dipastikan.
Hasil pemeriksaan medis dan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe tersebut. Sementara empat siswa yang sempat mendapat penanganan di Klinik Pratama Aisyiyah Sine telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka berangsur membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Kilang Jazan Saudi Aramco diserang Houthi menggunakan drone. Fasilitas ini berkapasitas 400.000 barel per hari dan berada di pesisir Laut Merah.
Kopi Sapuangin Klaten kembali menggeliat. Permintaan mencapai 10 ton, tetapi petani baru mampu memenuhi kurang dari 10 persen.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026. Pemerintah menyebut pertumbuhan makin berkualitas karena kemiskinan dan pengangguran turun.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.