Polri Ungkap Alasan Mutasi 88 Pati dan Pamen Usai Suyudi Jadi Kapolri

Newswire
Newswire Sabtu, 03 Oktober 2026 23:07 WIB
Polri Ungkap Alasan Mutasi 88 Pati dan Pamen Usai Suyudi Jadi Kapolri

Pelantikan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026)./BPMI Setpres\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Polri menyebut mutasi dan rotasi 88 perwira tinggi (pati) serta perwira menengah (pamen) sebagai bagian dari percepatan yang dibutuhkan organisasi untuk menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu mengatakan pergantian tersebut tidak hanya berkaitan dengan rotasi jabatan. Menurut dia, perubahan posisi pejabat juga menjadi bagian dari penyegaran dan regenerasi organisasi.

"Percepatan-percepatan dalam dinamika ini sangat dibutuhkan dalam beradaptasi untuk dinamika organisasi," kata Trunoyudo usai pelantikan sejumlah pejabat utama dan kapolda di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Polri. Pelantikan dan serah terima jabatan itu berlangsung di Mabes Polri pada Sabtu (3/10/2026).

Pesan Suyudi kepada Pejabat Baru

Trunoyudo mengatakan Kapolri Suyudi Ario Seto telah memberikan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik. Jabatan yang diberikan, menurut dia, merupakan amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Selain itu, para pejabat baru diminta segera beradaptasi dengan tugas masing-masing. Mereka juga diarahkan untuk melanjutkan program, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat.

"Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah 'Polri Bersama Masyarakat'," kata dia.

Arahan tersebut disampaikan dalam rangkaian pelantikan sejumlah pejabat utama dan kapolda yang mendapat penugasan baru.

Mutasi 88 Perwira Tertuang dalam Surat Telegram

Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 pati dan pamen sehari setelah Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Mutasi tersebut dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Berdasarkan keterangan resmi Polri, dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru.

Pergantian juga mencakup sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan kepala kepolisian daerah. ANTARA melaporkan terdapat 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan kapolda yang mengalami pergantian.

Mutasi tersebut menjadi langkah awal dalam penataan jajaran setelah Suyudi Ario Seto resmi memegang jabatan Kapolri. Pelantikan sejumlah pejabat baru kemudian dilakukan pada Sabtu malam di Mabes Polri.

Dengan perubahan tersebut, para pejabat yang memperoleh penugasan baru diminta segera menyesuaikan diri dengan posisi dan tanggung jawabnya. Polri menyatakan proses tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi, kesinambungan pelaksanaan tugas, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online