Ketegangan Memanas, Iran Belum Buka Selat Hormuz untuk AS

Newswire
Newswire Kamis, 16 Juli 2026 12:27 WIB
Ketegangan Memanas, Iran Belum Buka Selat Hormuz untuk AS

Selat Hormuz Iran. - ist

Harianjogja.com, ISTANBUL— Iran menegaskan Selat Hormuz masih akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran. Keputusan tersebut menjadi perhatian dunia karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan global, termasuk distribusi minyak dan gas yang dapat berdampak pada stabilitas harga energi internasional.

Pernyataan terbaru dari Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington. Gelombang ledakan kembali dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan tambahan yang menargetkan kemampuan militer Iran yang disebut berkaitan dengan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Mengutip laporan Mehr News Agency, Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya dapat dilakukan apabila kendali atas jalur pelayaran tersebut berada di bawah otoritas Iran.

Ia juga menyebut Amerika Serikat harus mematuhi ketentuan yang tercantum dalam kesepakatan kerangka perdamaian yang dicapai pada bulan lalu. Selain itu, Washington diminta menghentikan tindakan yang disebut Iran sebagai aksi bermusuhan serta menerima aturan yang diberlakukan Teheran terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Menurut Akrami-Nia, tekanan maupun operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional tersebut.

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian besar bagi pasar global karena sebagian besar pengiriman minyak mentah dunia melintasi kawasan itu. Setiap gangguan yang terjadi berpotensi memengaruhi rantai pasok energi internasional dan berdampak terhadap fluktuasi harga minyak yang pada akhirnya dapat dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya transportasi maupun harga sejumlah kebutuhan pokok.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pasukan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran. Situasi tersebut berkembang menjadi aksi saling serang antara kedua pihak.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah. Serangan tersebut tetap terjadi meskipun sebelumnya terdapat kesepakatan kerangka yang dimediasi Pakistan guna mewujudkan penyelesaian konflik yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengaku belum dapat memastikan bagaimana konflik dengan Iran akan berakhir. Kendati demikian, ia menilai perkembangan situasi saat ini masih bergerak sesuai dengan arah yang diinginkan Washington.

"Saya tidak tahu persis ke mana situasi ini akan berkembang, tetapi saya pikir pada dasarnya kami berada di jalur yang benar. Hanya saja prosesnya akan sangat rumit dan akan diwarnai banyak kemajuan maupun kemunduran," kata Vance dalam sebuah podcast bersama tokoh media Joe Rogan pada Rabu (15/7).

Vance juga menolak memberikan jawaban secara rinci mengenai bagaimana dirinya akan menangani konflik dengan Iran apabila berada dalam posisi untuk mengambil keputusan. Ia mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut dirinya "kurang antusias" terhadap isu tersebut.

"Tugas saya adalah memberikan saran terbaik kepada Presiden Amerika Serikat. Saya rasa beliau sudah menyampaikan sedikit mengenai seperti apa saran tersebut," ujar Vance.

Perkembangan situasi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian masyarakat internasional mengingat jalur pelayaran tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan dunia. Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali selat itu juga terus dipantau karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan keamanan pelayaran internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online