Indonesia dan India Perkuat SDM Digital Hadapi Era AI

Newswire
Newswire Kamis, 16 Juli 2026 11:27 WIB
Indonesia dan India Perkuat SDM Digital Hadapi Era AI

Foto ilustrasi bendera India dan Pakistan. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia dan India memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi transformasi digital yang terus berkembang. Penguatan kompetensi digital, pengembangan talenta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi fokus pembahasan kedua negara.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Indonesia dan India sama-sama memiliki populasi usia produktif yang besar serta peluang untuk memperkuat daya saing tenaga kerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital.

Pembahasan tersebut dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Menteri Ketenagakerjaan India Mansukh Mandaviya di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.

"Indonesia melihat India sebagai mitra penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai dua negara berkembang besar dengan perekonomian yang dinamis dan populasi usia muda yang besar, Indonesia dan India memiliki peluang untuk saling berbagi pengalaman dalam membangun tenaga kerja yang kompetitif, inklusif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja," ujar Yassierli.

Dalam pertemuan tersebut, Menaker Yassierli menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman India dalam membangun ekosistem digital yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, inovasi, dan investasi berbasis teknologi.

Pemerintah Indonesia juga ingin mempelajari pengembangan pusat data (data center), infrastruktur digital, serta berbagai inisiatif peningkatan keterampilan AI yang melibatkan pemerintah, organisasi pengusaha, dan sektor industri.

Menurut Yassierli, transformasi digital perlu diiringi dengan kesiapan SDM agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

"Transformasi digital harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan talenta AI, penguatan kompetensi digital, serta program reskilling dan upskilling menjadi penting agar pekerja mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang dari perubahan teknologi," kata dia.

Selain itu, pertukaran pengalaman antara Indonesia dan India juga diarahkan pada sejumlah bidang prioritas. Salah satunya peningkatan kapasitas instruktur pelatihan vokasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), AI, serta berbagai teknologi digital lainnya.

Tidak hanya fokus pada talenta digital, penguatan keterampilan bagi pekerja informal juga menjadi perhatian kedua negara. Peningkatan keterampilan, dukungan kewirausahaan, hingga pembukaan jalur transisi menuju pekerjaan formal dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja yang lebih layak.

Pembahasan turut mencakup pelindungan pekerja platform digital dan pekerja gig, terutama yang berkaitan dengan hak ketenagakerjaan, perlindungan sosial, serta keselamatan dan kesehatan kerja di tengah berkembangnya ekonomi digital.

Yassierli menilai kerja sama kedua negara dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kemitraan, mulai dari pertukaran teknis (technical exchanges), dialog pakar (expert dialogues), kunjungan studi (study visits), program peningkatan kapasitas bersama (joint capacity-building programmes), hingga kemitraan antarlembaga pelatihan dan kementerian di kedua negara.

Menurutnya, penguatan kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan SDM yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja nasional di pasar global.

"Indonesia berkomitmen memperkuat kemitraan dengan India, baik secara bilateral maupun dalam kerangka BRICS, untuk mendorong pekerjaan yang layak, meningkatkan daya saing tenaga kerja, dan membangun institusi pasar kerja yang tangguh serta responsif terhadap transformasi teknologi," ujar Menaker.

Kerja sama pengembangan SDM digital antara Indonesia dan India diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja, memperkuat inovasi berbasis teknologi, serta mendukung terciptanya lapangan kerja yang lebih inklusif di masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online