310 Prajurit TNI AL Disiapkan Jadi Awak Kapal Induk KRI Sriwijaya
TNI AL menyiapkan 310 personel sebagai calon awak KRI Sriwijaya atau ITS Giuseppe Garibaldi yang kini telah memasuki perairan Indonesia.
Massa dari berbagai daerah yang terbagung dalam Tani Merdeka Indonesia (TMI) menggelar aksi damai mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi).
Harianjogja.com, JAKARTA—Ribuan massa yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia (TMI) menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Massa yang terdiri dari petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mahasiswa, buruh, hingga tokoh masyarakat dari berbagai daerah itu menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Peserta membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi sambil menyampaikan pernyataan sikap secara bergantian dari atas mobil komando.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami menyatakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Don di lokasi aksi.
Ia menegaskan, dukungan tersebut juga disertai komitmen untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Menurut Don, sejumlah kebijakan pemerintah di sektor pertanian telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat desa, terutama terkait kemudahan akses pupuk dan penyerapan hasil panen.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai memberikan efek ekonomi berantai bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal karena meningkatnya permintaan bahan pangan di daerah.
“Karena itu, kami sangat bersyukur memiliki program yang benar-benar menyentuh masyarakat desa,” katanya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti pentingnya pemberantasan mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, hingga mafia impor yang dianggap merugikan petani dan menghambat program pemerintah.
TMI juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta UMKM, disertai pembangunan infrastruktur pendukung yang lebih merata di wilayah pedesaan.
Isu reforma agraria turut menjadi sorotan, dengan desakan agar pemerintah membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria untuk menangani konflik lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Selain menyampaikan aspirasi, massa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kepastian dunia usaha.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai perbedaan pandangan memecah persatuan,” tegas Don.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib hingga akhir. Massa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan seluruh pernyataan sikap mereka di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
TNI AL menyiapkan 310 personel sebagai calon awak KRI Sriwijaya atau ITS Giuseppe Garibaldi yang kini telah memasuki perairan Indonesia.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.