Danantara Siapkan Pengurus DSI, Nama-Nama Baru Diumumkan Pekan Depan
Danantara segera mengumumkan pengurus PT DSI pekan depan. Seleksi SDM, pengembangan teknologi, dan masa transisi ekspor SDA terus dipersiapkan.
Foto ilustrasi ledakan dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, DAEJEON—Ledakan maut kembali terjadi di fasilitas industri pertahanan Korea Selatan. Sebanyak lima pekerja dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang mengguncang pabrik Hanwha Aerospace di Kota Daejeon, Senin (1/6/2026).
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.59 waktu setempat. Setelah menerima laporan ledakan dan kebakaran, otoritas pemadam kebakaran bersama kepolisian segera mengerahkan sekitar 100 personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, ledakan mengakibatkan lima orang meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka-luka, dengan satu korban menderita luka bakar di hampir seluruh tubuh dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Seluruh korban jiwa ditemukan di area pabrik setelah ledakan terjadi. Petugas kemudian melakukan proses evakuasi sembari berupaya mengendalikan kobaran api yang muncul akibat insiden tersebut.
Informasi awal menyebutkan ledakan diduga terjadi ketika para pekerja sedang melakukan kegiatan pembersihan yang berkaitan dengan material bahan peledak di fasilitas tersebut. Namun, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan api sepenuhnya pada pukul 13.07 waktu setempat. Setelah proses pemadaman selesai, aparat mulai melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap faktor pemicu ledakan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja fatal yang pernah terjadi di fasilitas Hanwha Aerospace. Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen sistem persenjataan taktis permukaan-ke-permukaan dan pengembang mesin propulsi berukuran besar untuk kebutuhan pertahanan.
Pada 2018, ledakan di pabrik yang sama juga menewaskan lima orang pekerja. Setahun kemudian, fasilitas tersebut kembali mengalami insiden serupa yang menyebabkan tiga pekerja kehilangan nyawa.
Rangkaian kecelakaan tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan kerja di industri pertahanan Korea Selatan, terutama pada fasilitas yang menangani material berisiko tinggi seperti bahan peledak dan sistem persenjataan. Hingga kini, otoritas setempat masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab ledakan terbaru di pabrik Hanwha Aerospace tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara segera mengumumkan pengurus PT DSI pekan depan. Seleksi SDM, pengembangan teknologi, dan masa transisi ekspor SDA terus dipersiapkan.
Mathew Baker dipastikan bergabung dengan Timnas U19 Indonesia mulai semifinal ASEAN U19 2026 setelah lebih dulu memperkuat timnas senior.
Hizbullah mengklaim melancarkan 21 serangan terhadap pasukan dan fasilitas militer Israel di Lebanon selatan dan Israel utara pada 31 Mei 2026.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Gulurejo, Kulonprogo dikebut dengan 1.200 pekerja dan sistem tiga shift. Ditargetkan rampung 20 Juni 2026.
Dugaan keracunan laut menjadi fokus penyelidikan setelah dua hiu paus terdampar beruntun di pesisir Cilacap selama Mei 2026.
Ledakan di pabrik Hanwha Aerospace, Korea Selatan, menewaskan lima pekerja dan melukai dua lainnya saat proses pembersihan terkait bahan peledak.