Prabowo Siap Lawan Korupsi dan Ekonomi Ilegal demi NKRI

Newswire
Newswire Senin, 01 Juni 2026 16:17 WIB
Prabowo Siap Lawan Korupsi dan Ekonomi Ilegal demi NKRI

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. /Instagram-Seskab.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya menghadapi berbagai bentuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal. Sikap tegas tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menilai upaya transformasi ekonomi nasional yang tengah dijalankan pemerintah berpotensi memunculkan resistensi dari kelompok tertentu yang selama ini diuntungkan oleh berbagai praktik yang merugikan negara.

"Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," kata Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, tantangan tersebut tidak hanya berasal dari pelaku kejahatan ekonomi, tetapi juga dari pihak-pihak yang dinilai tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara.

"Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita," kata Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa keberanian mengambil keputusan yang benar merupakan syarat penting bagi bangsa besar. Meski kebijakan yang diambil tidak selalu mudah, pemerintah harus tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia.

Dalam amanatnya, Prabowo menyebut komitmen membela rakyat sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah yang diembannya sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus mandataris rakyat. Ia menegaskan tidak ingin mewariskan kenyamanan sesaat apabila hal tersebut harus dibayar dengan mengorbankan masa depan generasi penerus bangsa.

Prabowo juga menyoroti persoalan mendasar yang selama puluhan tahun membayangi pembangunan nasional, yakni pertumbuhan ekonomi yang belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam Indonesia justru lebih banyak dinikmati pihak luar negeri.

Untuk menghentikan kebocoran ekonomi tersebut, pemerintah saat ini menjalankan transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan antara lain penerapan ekspor sumber daya alam satu pintu, investasi besar pada sektor industrialisasi berbasis hilirisasi, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui berbagai program prioritas, seperti penguatan ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa, hingga pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Prabowo meyakini pengamalan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam bidang politik, hukum, budaya, dan terutama ekonomi akan menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus mencegah munculnya ancaman perpecahan di masa depan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

Upacara tersebut turut dihadiri Presiden RI ke-5 sekaligus Dewan Pengawas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-14 Gibran Rakabuming Raka.

Selain para mantan wakil presiden, acara juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga para pelajar yang mengikuti jalannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online