PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Ilustrasi ledakan./Shutterstock
Harianjogja.com, SITUBONDO—Ledakan petasan Situbondo yang terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka bakar serta patah tulang. Polisi memastikan sumber ledakan berasal dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumah korban.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah milik Kulsum (60) ambruk hingga rata dengan tanah setelah terdengar ledakan hebat dari dalam bangunan. Getaran keras juga berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menjelaskan, tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim, pada hari ini olah TKP dan mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan,” kata Bayu di Situbondo, Kamis.
Dari hasil pemeriksaan awal, aparat menemukan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan bahan petasan. Barang yang diamankan antara lain selongsong petasan, alat penggulung selongsong, sumbu petasan, rekaman CCTV, pakaian, dan sejumlah barang lainnya yang masih dalam proses identifikasi.
Menurut Bayu, temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa ledakan dipicu oleh bahan petasan. “Ledakan tersebut dipicu oleh bahan petasan, bukan bahan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau daya ledak rendah,” ujarnya.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memaparkan secara rinci kronologi pasti kejadian tersebut. Enam korban selamat hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Lima korban dirawat di RSUD Asembagus. Sementara satu korban atas nama Abdur Rahman (15) dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan di RSUD dr. Soebandi Jember karena kondisi luka bakar yang cukup serius.
“Kami belum bisa meminta keterangan korban, karena mereka masih menjalani penanganan medis, dan rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen,” kata Bayu.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, ledakan petasan Situbondo ini juga menyebabkan kerusakan pada 12 rumah warga. Satu rumah yang menjadi pusat ledakan hancur total, sedangkan 11 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat dampak ledakan.
“Kerusakan rumah terdampak ledakan ada 12 unit, satu rumah yang menjadi tempat peristiwa ledakan hancur,” ujar Bayu.
Data kepolisian mencatat tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang. Satu korban meninggal dunia, yakni Supriyadi (50), yang tertimpa reruntuhan bangunan saat ledakan terjadi.
Enam korban selamat masing-masing Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan Ibu Kulsum (60) menjalani perawatan di RSUD Asembagus, sedangkan Abdurrahman (15) sempat dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo sebelum akhirnya dirujuk kembali ke RSUD dr. Soebandi Jember karena mengalami luka bakar hingga 90 persen.
Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus ledakan petasan Situbondo ini sembari menunggu kondisi para korban membaik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.