BLBI Dinyatakan Lunas, Hardjuno Pertanyakan Hak Tagih Rp110 Triliun
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, pada Minggu (30/3/2026) dini hari dipastikan tidak memicu kerusakan fisik.
Meskipun getaran terasa sangat kuat di beberapa titik, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa situasi keamanan warga di wilayah kepulauan tersebut tetap terkendali.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemmy Lico, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan untuk memantau dampak guncangan di seluruh area terdampak.
"Yang terasa hanyalah getaran gempa yang cukup kuat, namun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa," tegas Jemmy saat memberikan keterangan resmi yang dihimpun dari Ambon, Minggu.
Berdasarkan data teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tercatat terjadi tepat pada pukul 01.38 WIB. Titik episenter gempa berada di area perairan dengan jarak sekitar 48 kilometer arah utara Kabupaten Maluku Barat Daya.
Secara geografis, lokasi tersebut terletak pada koordinat 7,33 derajat Lintang Selatan (LS) dan 127,89 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa mencapai 141 km di bawah permukaan laut.
Guncangan paling signifikan dirasakan oleh penduduk di Tiakur, Pulau Moa, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya. Di wilayah ini, intensitas kekuatan gempa tercatat berada pada skala IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI), sebuah level getaran yang mampu membuat benda-benda bergoyang dan dirasakan oleh hampir semua penduduk.
BMKG juga menegaskan dalam rilis resminya bahwa fenomena tektonik di wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini tidak memiliki potensi gelombang tsunami. Kendati demikian, momen terjadinya gempa yang berlangsung saat tengah malam sempat memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat yang sedang beristirahat.
"Gempa ini terjadi dinihari di saat kebanyakan orang masih tertidur, namun mendadak terbangun dan berlarian ke luar rumah untuk mencari tempat yang lebih terbuka ketika merasakan guncangan gempa," ujar Jemmy.
Merespons kepanikan tersebut, personel BPBD segera dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan pemantauan menyeluruh ke berbagai pulau di wilayah MBD guna memastikan kondisi warga. Hingga berita ini diturunkan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan nol laporan terkait adanya korban luka-luka, meninggal dunia, maupun kerusakan infrastruktur publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyatakan kewajiban BLBI Rp218,3 triliun ke BI lunas. Hardjuno menyoroti hak tagih negara dan beban fiskal yang masih perlu dijelaskan.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.