Hari Ketujuh Pencarian KM Nurul Salsa, Satu Jenazah Ditemukan
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, pada Minggu (30/3/2026) dini hari dipastikan tidak memicu kerusakan fisik.
Meskipun getaran terasa sangat kuat di beberapa titik, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa situasi keamanan warga di wilayah kepulauan tersebut tetap terkendali.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemmy Lico, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan untuk memantau dampak guncangan di seluruh area terdampak.
"Yang terasa hanyalah getaran gempa yang cukup kuat, namun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa," tegas Jemmy saat memberikan keterangan resmi yang dihimpun dari Ambon, Minggu.
Berdasarkan data teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tercatat terjadi tepat pada pukul 01.38 WIB. Titik episenter gempa berada di area perairan dengan jarak sekitar 48 kilometer arah utara Kabupaten Maluku Barat Daya.
Secara geografis, lokasi tersebut terletak pada koordinat 7,33 derajat Lintang Selatan (LS) dan 127,89 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa mencapai 141 km di bawah permukaan laut.
Guncangan paling signifikan dirasakan oleh penduduk di Tiakur, Pulau Moa, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya. Di wilayah ini, intensitas kekuatan gempa tercatat berada pada skala IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI), sebuah level getaran yang mampu membuat benda-benda bergoyang dan dirasakan oleh hampir semua penduduk.
BMKG juga menegaskan dalam rilis resminya bahwa fenomena tektonik di wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini tidak memiliki potensi gelombang tsunami. Kendati demikian, momen terjadinya gempa yang berlangsung saat tengah malam sempat memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat yang sedang beristirahat.
"Gempa ini terjadi dinihari di saat kebanyakan orang masih tertidur, namun mendadak terbangun dan berlarian ke luar rumah untuk mencari tempat yang lebih terbuka ketika merasakan guncangan gempa," ujar Jemmy.
Merespons kepanikan tersebut, personel BPBD segera dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan pemantauan menyeluruh ke berbagai pulau di wilayah MBD guna memastikan kondisi warga. Hingga berita ini diturunkan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan nol laporan terkait adanya korban luka-luka, meninggal dunia, maupun kerusakan infrastruktur publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.