BGN Siapkan Marketplace Pangan untuk Dapur MBG Mulai Akhir 2026
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik
Harianjogja.com, WASHINGTON—Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyatakan kekecewaan terhadap skala serangan udara Israel yang menargetkan depot bahan bakar Iran pada akhir pekan. Perbedaan pandangan ini menjadi sinyal retaknya sikap kedua sekutu sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.
Laporan media Axios menyebutkan serangan Israel pada Sabtu menargetkan sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah Iran. Jumlah target tersebut jauh melampaui perkiraan pejabat AS, meskipun sebelumnya Israel telah memberi pemberitahuan kepada Washington mengenai rencana operasi tersebut.
Dampak serangan terlihat jelas di ibu kota Iran, Teheran, di mana kebakaran besar dilaporkan terjadi di kawasan penyimpanan bahan bakar. Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari tangki-tangki penyimpanan serta area industri di sekitarnya.
Pihak militer Israel menyatakan depot bahan bakar yang diserang digunakan oleh pemerintah Iran untuk memasok bahan bakar kepada sejumlah pihak, termasuk unit militer.
Meski demikian, para pejabat di Washington mengakui bahwa Israel memang telah memberi tahu militer AS sebelum operasi dilakukan. Namun luasnya cakupan serangan tetap mengejutkan pihak AS.
“Presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Ia ingin menyelamatkan minyak itu, bukan membakarnya. Dan hal itu mengingatkan orang pada kenaikan harga bensin,” kata seorang penasihat Presiden AS Donald Trump.
Kekhawatiran utama Washington adalah kemungkinan dampak strategis yang justru berbalik merugikan. Serangan terhadap infrastruktur energi yang melayani masyarakat sipil Iran dinilai dapat memperkuat dukungan publik terhadap pemerintah Iran sekaligus mendorong kenaikan harga minyak global.
“Kami tidak berpikir itu adalah ide yang baik,” kata seorang pejabat senior AS tersebut.
Meski fasilitas yang diserang bukan lokasi produksi minyak, para pejabat di Washington menilai rekaman visual yang menunjukkan depot bahan bakar terbakar berpotensi mengguncang pasar energi dunia.
Di sisi lain, pemerintah Iran telah memperingatkan bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur energi dapat memicu tindakan balasan.
Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya Iran yang mengawasi operasi militer mengatakan Teheran memiliki kemampuan untuk merespons dengan serangan serupa di berbagai wilayah apabila serangan terhadap fasilitas energi terus berlanjut.
Ia menambahkan Iran sejauh ini masih menahan diri untuk tidak menargetkan infrastruktur energi di kawasan. Namun jika langkah itu diambil, harga minyak global diperkirakan dapat melonjak hingga 200 dolar AS per barel atau sekitar Rp3,4 juta.
Peringatan keras juga disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menegaskan bahwa Teheran akan melakukan pembalasan “tanpa penundaan” jika serangan terhadap infrastruktur energi terus berlangsung.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 orang lainnya, menurut otoritas Iran.
Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS sebagai bagian dari upaya mempertahankan diri di tengah eskalasi konflik Iran–Israel yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026 dan peringkat keempat kategori Financial berkat komitmen meningkatkan kualitas layanan ba
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
BPD DIY memperkuat sinergi dengan Pemkab Kulon Progo melalui penyaluran kredit lebih dari Rp1,1 triliun, digitalisasi transaksi, pemberdayaan UMKM, dan penyalur