Program FLPP Dikebut, Ara Yakin Penyaluran 350.000 Rumah Tercapai
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, ACEH—Wilayah Simeulue, Aceh, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,6 pada Minggu (8/3/2026) siang tepat pukul 13.05.05 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas seismik ini dipicu oleh pergerakan subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di kedalaman dangkal.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, pusat getaran tersebut memiliki pergerakan naik (thrust fault) yang lazim terjadi pada zona subduksi lempeng tektonik.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa ini masuk dalam kategori gempa bumi dangkal sehingga getarannya cukup terasa di sekitar wilayah episenter.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia," ujar Rahmat Triyono dalam keterangan resminya yang diterima pada Minggu.
BMKG kemudian melakukan pemutakhiran parameter data (update) di mana kekuatan gempa terkoreksi menjadi Magnitudo 5,3. Titik koordinat episenter tercatat berada pada 2,03° LU dan 96,49° BT, tepatnya di area laut dengan jarak sekitar 50 kilometer arah Tenggara Sinabang, Aceh, pada kedalaman pusat gempa 29 kilometer.
Guncangan ini dilaporkan berdampak di beberapa wilayah, dengan intensitas tertinggi dirasakan di Simeulue pada skala III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah layaknya truk yang melintas.
Selain itu, wilayah Subulussalam dan Aceh Selatan juga turut merasakan getaran pada skala II MMI yang ditandai dengan benda ringan yang digantung mulai bergoyang.
Hingga saat ini, otoritas terkait belum menerima adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat fenomena alam tersebut.
BMKG juga menegaskan berdasarkan hasil pemodelan matematis, gempa bumi di Simeulue ini tidak berpotensi memicu terjadinya gelombang tsunami di pesisir Aceh maupun sekitarnya.
Petugas terus melakukan pemantauan ketat melalui jaringan seismograf digital untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas susulan.
Sampai dengan pukul 13.30 WIB, monitoring BMKG menunjukkan situasi yang relatif stabil tanpa adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang signifikan pascagempa utama.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait dampak gempa tersebut.
Kewaspadaan tetap diperlukan terutama bagi warga yang bermukim di bangunan yang sudah retak atau mengalami kerusakan struktural akibat guncangan sebelumnya demi menghindari risiko runtuhan.
Informasi resmi dan terverifikasi mengenai perkembangan situasi kegempaan hanya dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG seperti aplikasi Mobile Apps InfoBMKG, situs resmi, serta akun media sosial terverifikasi.
Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi ulang terhadap setiap informasi kebencanaan guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.