Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Bendera Korea Selatan. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Korea Selatan menggerebek 18 lokasi strategis pada Selasa (10/2/2026) seusai insiden drone pengintai yang ditembak jatuh Korea Utara di Kaesong.
Langkah ini menandai penyelidikan serius terhadap dugaan keterlibatan unsur militer dan intelijen Seoul dalam misi ilegal yang memicu ketegangan antar-Korea.
AFP melaporkan, penggerebekan dilakukan di sejumlah fasilitas sensitif, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Badan Intelijen Nasional (NIS), untuk mengusut dugaan pelanggaran prosedur oleh aparat sendiri.
Aparat keamanan Korea Selatan menyisir total 18 lokasi yang diduga berkaitan dengan pengoperasian drone pengintai yang jatuh di wilayah Kaesong, Korea Utara, pada Januari 2026. Penyelidikan ini menyasar dugaan keterlibatan tiga tentara aktif dan satu staf NIS yang disebut menjalankan misi tanpa otorisasi resmi pemerintah.
Ketegangan meningkat seusai Pyongyang menuduh drone tersebut lepas landas dari wilayah Paju atau Incheon dan menyusup hingga delapan kilometer ke wilayah udara Korea Utara dengan membawa kamera pengawas canggih. Meski sempat membantah keterlibatan resmi, Pemerintah Seoul kini mengalihkan fokus pada investigasi internal untuk memastikan tidak ada tindakan provokatif di luar kendali negara.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang menjabat seusai periode transisi politik penuh gejolak, menegaskan komitmen pemerintahannya menjaga stabilitas kawasan. Ia menyebut penggunaan drone pengintai di wilayah sensitif sebagai tindakan berbahaya yang dapat berfungsi layaknya “peluru” pemicu perang terbuka.
Seusai mempertimbangkan dampak diplomatik, Lee bahkan sempat membuka opsi permohonan maaf resmi kepada Pyongyang. Namun, rencana tersebut dibayangi risiko politik domestik, termasuk tudingan sebagai pemimpin yang “pro-Korea Utara”.
Menteri Unifikasi Korea Selatan kemudian memperluas dugaan dengan menyeret kelompok loyalis mantan Presiden Yoon Suk Yeol. Pemerintah menduga ada unsur kesengajaan dari faksi tersebut—yang tersingkir seusai Yoon dimakzulkan pascainsiden darurat militer—untuk menciptakan instabilitas melalui provokasi lintas batas.
Di sisi lain, Korea Utara terus menuntut klarifikasi dan permintaan maaf resmi atas pelanggaran kedaulatan udaranya. Lee Jae Myung menegaskan pemerintahannya akan menindak tegas segala bentuk provokasi yang tidak terkoordinasi demi mencegah eskalasi konflik.
Seusai rangkaian penggerebekan ini selesai, publik Korea Selatan menanti hasil penyelidikan polisi militer guna mengungkap aktor intelektual di balik misi drone yang nyaris menyeret dua negara ke ambang konfrontasi bersenjata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.