Rusia Dukung Nuklir Korut, Tolak Seruan Denuklirisasi

Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari Selasa, 28 Juli 2026 15:37 WIB
Rusia Dukung Nuklir Korut, Tolak Seruan Denuklirisasi

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Dok Brittanica\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia menegaskan akan terus mendukung penguatan kemampuan militer dan program nuklir Korea Utara (Korut). Moskow juga menyatakan tidak lagi mendukung seruan denuklirisasi Semenanjung Korea dengan alasan meningkatnya latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang melibatkan unsur nuklir.

Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov usai menghadiri Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina, Rabu (23/7/2026).

Lavrov mengatakan Rusia mendukung penuh langkah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam memperkuat kemampuan pertahanan dan menjaga kedaulatan negaranya.

"Pihak Rusia dengan tegas menegaskan kembali dukungan penuhnya" terhadap langkah Kim Jong Un memperkuat "kemampuan pertahanan" dan menjaga kedaulatan Korea Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov setelah bertemu Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui di Moskow pada awal pekan ini.

Menurut Lavrov, latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan yang melibatkan unsur nuklir menjadi alasan utama Korea Utara tetap mempertahankan persenjataan nuklirnya. Ia menilai aktivitas militer tersebut justru meningkatkan ketegangan di kawasan.

Mengacu pada latihan militer AS dan Korea Selatan yang disebut semakin intensif, Lavrov menegaskan bahwa "Rusia tidak lagi mendukung seruan denuklirisasi Semenanjung Korea."

Ia menyebut manuver militer di sekitar Korea Utara dilakukan secara terbuka untuk membendung bahkan memprovokasi Pyongyang agar mengambil tindakan militer.

"Manuver agresif di sekitar Korea Utara itu secara terbuka bertujuan membendung negara tersebut atau bahkan memprovokasinya agar melakukan aksi militer," ujarnya.

Lavrov menambahkan pemerintah Korea Utara memandang kepemilikan senjata nuklir sebagai satu-satunya cara untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.

"Sahabat dan sekutu kami di Korea Utara tidak melihat cara lain untuk melindungi kedaulatan mereka," katanya.

Meski demikian, Lavrov berharap negara-negara lain di kawasan tidak ikut berlomba mengembangkan senjata nuklir.

Ia juga mengingatkan bahwa pada pertengahan 2010-an, tujuan denuklirisasi sebenarnya ditujukan untuk seluruh Semenanjung Korea, bukan hanya Korea Utara.

"Sekarang Seoul, Tokyo, dan sejumlah politikus Amerika berbicara tentang denuklirisasi Korea Utara, bukan seluruh Semenanjung Korea," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis