100 Ribu Warga Kamboja Mengungsi Akibat Konflik Perbatasan
Warga sipil Kamboja mengungsi dari rumah mereka di dekat perbatasan dengan Thailand di provinsi Preah Vihear, Kamboja pada 8 Desember 2025. ANTARA/Handout via Xinhua/Agence Kampuchea Presse
Harianjogja.com, PHNOM PENH—Konflik perbatasan Kamboja-Thailand memasuki hari keempat, memicu pengungsian lebih dari 100.000 warga akibat serangan jet tempur dan senjata berat.
Juru Bicara (Jubir) Kementerian Pertahanan Kamboja pada Rabu (10/12/2025) mengungkapkan total pengungsi mencapai 101.129 orang, termasuk bayi, anak-anak, wanita hamil, warga lanjut usia, dan penyandang disabilitas
Wakil Sekretaris Negeri sekaligus Jubir Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata dalam sebuah konferensi pers mengatakan tentara Thailand menggunakan senjata berat dan destruktif, termasuk jet tempur F-16, untuk menyerang posisi-posisi militer Kamboja dan daerah sipil dari Minggu (7/12/2025) sore hingga Rabu pagi waktu setempat.
Menurut Socheata, setidaknya tujuh warga sipil Kamboja tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam konflik itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share