BMKG Ingatkan Jateng Selatan Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Peralihan Musim
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
Petugas SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimpa rumah roboh di Semarang, Rabu (29/10/2025). ANTARA/HO-SAR Semarang.
Harianjogja.com, SEMARANG—Sebanyak lima orang penghuni rumah tua di kawasan Pecinan di Jalan Pedamaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang terjadi pada Selasa (28/10/2025) tengah malam.
Petugas SAR gabungan mengevakuasi evakuasi ke lima korban. Naas, dari kelima korban reruntuhan seorang lainnya dinyatakan meninggal.
Menurut Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, lima penghuni rumah terjebak di reruntuhan bangunan yang roboh pada Selasa sekitar pukul 23:52 WIB.
Menurut dia, evakuasi dilakukan terhadap korban yang tertimpa reruntuhan rumah yang sudah berusia tua itu. "Konstruksi rumah diduga sudah tidak kuat. Korban merupakan satu keluarga," katanya.
Dalam proses evakuasi, kata dia, empat korban ditemukan dalam kondisi selamat dan segera mendapatkan pengobatan. Sementara satu korban lainnya dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Ia menyebut korban meninggal dunia diduga akibat tertimpa balok dan tembok rumah. Budiono belum bisa menjelaskan tentang penyebab robohnya bangunan rumah tua tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.
BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 kembali digelar di Makassar dengan pelatihan dan pemagangan untuk memperluas kesempatan kerja inklusif.
Prabowo menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.