Bareskrim Bongkar Manipulasi BEC, Perusahaan AS Rugi Rp5 Miliar
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, BANTUL—Meski kuota siswa sekolah rakyat jenjang SMA dari Bantul sudah terpenuhi, namun Pemkab setempat menyiapkan calon siswa cadangan untuk mengantisipasi siswa terpilih dalam program tersebut mundur.
"Dari Kementerian Sosial (Kemensos) meminta agar kabupaten dan kota mencari semacam calon siswa cadangan kurang lebih 10 persen. Sekarang ini kami sedang berusaha memenuhi hal itu," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji di Bantul, Selasa.
Menurut dia, calon siswa cadangan pada program pemerintah dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi masyarakat tidak mampu itu nantinya dapat menggantikan bilamana siswa terpilih sebelumnya mundur agar kuota yang diberikan tetap terpenuhi.
Dia mengatakan calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA dari Bantul sebelumnya sudah disiapkan setelah melalui proses pengusulan calon siswa hingga verifikasi rumah dan identitas calon siswa untuk memastikan bahwa siswa tersebut berhak menerima manfaat.
"Laporan dari teman-teman verifikator, cukup banyak pendaftar, dan yang sudah diverifikasi oleh teman-teman Dinsos (Dinas Sosial) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul ada 383 siswa pendaftar dari total sebanyak 513 siswa pendaftar se-DIY," katanya.
BACA JUGA: KPK Cekal Mantan Wadirut BRI ke Luar Negeri Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan EDC
Namun demikian, kata dia, dari 383 calon siswa Sekolah Rakyat tersebut, sejumlah 134 siswa dinyatakan diterima di Sekolah Rakyat jenjang SMA, sisanya masih proses verifikasi. Maka dari itu, 10 persen calon siswa cadangan itu diambil dari luar siswa pendaftar sebelumnya.
"Cadangan itu sebagai mitigasi risiko, apabila calon siswa yang diterima gelombang pertama dalam perjalanan mundur dan sebagainya, karena kalau melihat orang tidak punya terkadang mau disekolahkan gratis saja tidak mudah," katanya.
Hermawan mengatakan keluarga kurang mampu secara ekonomi memiliki kehidupan yang kompleks. Misalnya, yang bersangkutan hanya tinggal berdua dengan ibunya, kemudian apakah ibunya sakit, sehingga tidak bisa ditinggal anaknya bersekolah.
"Kalau sudah mendaftar Sekolah Rakyat tidak diterima, mereka bisa menjadi prioritas untuk masuk sekolah jenjang afirmasi. Jadi, sudah ada wadahnya, dan jalur afirmasi itu bukan hanya untuk siswa SMP, tetapi juga SMA," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.