25 Daerah Jatim Minta Bantuan Air Bersih, Khofifah Siapkan OMC

Newswire
Newswire Sabtu, 03 Oktober 2026 19:47 WIB
25 Daerah Jatim Minta Bantuan Air Bersih, Khofifah Siapkan OMC

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, MALANG—Sebanyak 25 daerah di Jawa Timur mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah provinsi untuk menangani kekeringan selama musim kemarau. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 24 daerah.

Khofifah menyampaikan hal itu saat meninjau pendistribusian bantuan air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026). Menurut dia, kekeringan tidak terlepas dari kemunculan El Nino yang membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dan cukup panjang.

"Daerah yang membutuhkan droping air sudah mengeluarkan surat darurat, ada 24 daerah terus beberapa hari kemarin bertambah satu daerah, jadi 25 daerah," kata Khofifah.

Penanganan Tak Hanya Droping Air

Khofifah mengatakan penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan dengan mengirimkan air bersih ke wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi lain untuk menghadapi kondisi tersebut.

Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pelaksanaan OMC mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan awan untuk memicu terjadinya hujan dan tetap dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Di beberapa tempat hujan ringan sampai dengan sedang," ucapnya.

Selain OMC, Pemprov Jawa Timur melakukan pipanisasi di sejumlah titik. Infrastruktur tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari sumber menuju wilayah permukiman penduduk.

Pipanisasi hingga Belasan Kilometer

Khofifah mencontohkan penanganan di Kabupaten Malang. Pipanisasi di Kecamatan Singosari telah dilakukan sepanjang 17 kilometer dan terhubung langsung dengan sumber air di Gunung Arjuno.

Pipanisasi juga dilakukan di kawasan permukiman sekitar Gunung Bromo. Panjang pipanisasi di wilayah tersebut berkisar 11-16 kilometer.

Sementara di Desa Pagak, Khofifah melihat adanya potensi pembangunan sumur bor. Menurut dia, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan di wilayah setempat.

25 Daerah yang Ajukan Bantuan Air

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan seluruh 25 daerah yang mengajukan bantuan air bersih merupakan kabupaten. Tidak ada wilayah kota dalam daftar tersebut.

"Kalau untuk detailnya yang sudah mengeluarkan status darurat, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, dan Malang," katanya.

Daftar tersebut selanjutnya mencakup Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Sumenep.

Gatot menjelaskan daerah yang mendapatkan suplai air bersih rata-rata merupakan wilayah yang memiliki jarak ke sumber mata air sekitar tiga kilometer. Kondisi tersebut masuk kategori kering kritis sehingga membutuhkan bantuan.

"Seandainya di bawah tiga kilometer masih bisa ditangani oleh daerah. Alhamdulillah di sini (Desa Pagak) kami sudah memberikan 100 jerigen, tiga tandon bundar, dan dua tandon lipat," tuturnya.

Penanganan kekeringan di Jawa Timur pun dilakukan melalui kombinasi distribusi air bersih, pipanisasi, hingga opsi pembangunan sumur bor di wilayah yang memiliki potensi sumber air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online