WNI Diimbau Tunda Perjalanan ke Iran dan Israel

Dany Saputra
Dany Saputra Minggu, 14 April 2024 22:37 WIB
WNI Diimbau Tunda Perjalanan ke Iran dan Israel

Ilustrasi Paspor./Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan perwakilan Republik Indonesia (RI) di Timur Tengah mengimbau WNI menunda perjalanan ke Iran dan Israel untuk sementara waktu. Pasalnya, terjadi eskalasi konflik antara Iran dan Israel, khususnya setelah Iran melancarkan serangan balik kemarin, Sabtu (13/4/2024).

Imbas eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah, beberapa negara di kawasan tersebut membatasi bahkan menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan komersil maupun penerbangan lainnya. Oleh sebab itu, WNI yang berencana melakukan perjalanan dengan rute penerbangan melewati wilayah udara atau transit di bandara Timur Tengah, diimbau untuk mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan (flight disruption).

Pihak Kemenlu juga mengimbau agar segera menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan update penerbangan. "Kemlu kembali mengimbau seluruh WNI yang berencana untuk bepergian ke Iran dan Israel untuk menunda rencana perjalanan," demikian dikutip dari situs resmi Kemenlu, Minggu (14/4/2024).

Kemenlu dan Perwakilan RI di Timur Tengah terus memantau dari dekat eskalasi yang terjadi pascserangan Israel ke fasilitas diplomatik Iran di Damascus, sekaligus serangan balasan Iran ke Israel.

Baca Juga

Iran Serang Israel, Begini Sikap Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat

Berikut Daftar Negara yang Mendukung Israel dan Mengecam Serangan Iran

Diserang Puluhan Drone Iran, Israel Tutup Puluhan Bandara

Pihak kementerian maupun perwakilan RI di Timur Tengah juga menyampaikan, WNI yang menghadapi situasi kedaruratan agar segera menghubungi nomor hotline Perwakilan RI terdekat atau mengakses aplikasi bergerak Safe Travel Kemenlu. Pada pemberitaan sebelumnya, berbagai maskapai utama di kawasan Timur Tengah juga membatalkan jadwal penerbangan mereka usai serangan Iran ke Israel sejak Sabtu (13/4/2024).

Maskapai juga melakukan perubahan rute pada sejumlah jadwal penerbangan. Emirates Airlines membatalkan beberapa penerbangannya. Sementara itu, Etihad Airways membatalkan layanan untuk para penumpang menuju Tel Aviv, Israel dan Amman, Yordania hari ini, Minggu (15/4/2024). "Beberapa penerbangan kami terdampak oleh penutupan sementara sejumlah wilayah udara di wilayah tersebut," demikian pernyataan resmi Fly Dubai Uni Emirat Arab, dikutip Reuters dari kantor berita nasional WAM.

Serangan Iran ke Israel itu memicu pembatalan penerbangan serupa dari Lebanon, Mesir dan Kuwait. Pembatalan diumumkan usai sejumlah negara-negara Arab menyampaikan penutupan wilayah udara mereka. Di sisi lain, sejumlah maskapai Israel justru menyebut penerbangan kembali normal hari ini usai pembukaan wilayah udara sejak pukul 07.30 pagi waktu setempat.

Adapun, Iran meluncurkan sekelompok drone peledak dan menembakkan rudal ke Israel dalam serangan langsung pertamanya ke wilayah tersebut, Sabtu (13/4/2024), malam hari. Serangan itu berisiko meningkatkan eskalasi besar ketika Amerika Serikat (AS) berjanji memberikan dukungan kuat kepada Israel. Sirene meraung-raung di Israel dan media lokal melaporkan mendengar bunyi ledakan dari kejauhan, yang disebut sebagai intersepsi udara terhadap drone yang meledak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online