Investor Asing Belum Agresif Borong SBN, Ini Faktor Penghambatnya
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Gedung KPK - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pembayaran komisi asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo. Kali ini, penyidik menetapkan sekaligus menahan empat tersangka baru yang diduga terlibat dalam perkara yang berlangsung pada periode 2015—2020.
Keempat tersangka tersebut yakni Direktur Pemasaran dan Korporasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) periode Desember 2013—Oktober 2018 Untung Hadi Santoso (UHS), Manajer Manajemen Risiko Biro Enterprise Risk Management & Litbang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) periode 2012—Mei 2015 Eko Yuni Triyanto (EKT), Direktur PT Inovasi Vahana Indonesia periode 2015—2020 Yohanes Priyo Iriantono (YHP), serta Komisaris PT Nusantara Proteksi Mandiri Zulchaibar (ZC).
KPK Lakukan Penahanan Selama 20 Hari
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik resmi melakukan penahanan terhadap keempat tersangka pada Kamis (30/7/2026).
"Hari ini, Kamis (30/7/2026), Penyidik melakukan penahanan kepada empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran komisi terhadap asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tahun 2015—2020," kata Budi dalam keterangan tertulis.
Menurut Budi, penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 30 Juli hingga 19 Agustus 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
"Keempat Tersangka dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 30 Juli s.d. 19 Agustus 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK," tulis Budi.
Diduga Melawan Hukum dalam Penunjukan Langsung
KPK menduga para tersangka melakukan perbuatan melawan hukum dalam pekerjaan asuransi perkapalan milik PT Pelni yang dilaksanakan melalui mekanisme penunjukan langsung kepada PT Jasindo.
Dalam penyidikan, nilai total kontrak pekerjaan asuransi perkapalan sepanjang 2015—2020 tercatat mencapai Rp263 miliar.
Berdasarkan hasil penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perkara tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp15,6 miliar.
Zulchaibar Mengaku Kooperatif
Sebelum menjalani penahanan, salah satu tersangka, Zulchaibar, menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengaku kooperatif terhadap penyidik KPK.
"Ini sudah habis diperiksa. Kita kan taat aturan, kalau itu ditahan oke," katanya usai sebelum memasuki mobil tahanan, Kamis (30/7/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan pengembangan perkara kepada pihak lain, Zulchaibar mengatakan hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya hal tersebut.
Ia juga menyebut telah memberikan seluruh keterangan kepada penyidik secara terbuka.
Menurut Zulchaibar, seluruh informasi yang diketahuinya telah disampaikan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Penyidikan kasus dugaan korupsi pembayaran komisi asuransi perkapalan PT Pelni oleh PT Jasindo masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.