Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Petugas BPBD Kabupaten Tangerang saat evakuasi warga yang terdampak bencana banjir (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Tangerang)
Harianjogja.com, BANTEN—Sebanyak 5.413 jiwa terdampak bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan meluapnya beberapa aliran sungai di daerah itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Ujat Sudrajat mengatakan bahwa dari ribuan jiwa yang terdampak bencana alam tersebut berasal dari Desa Tanjung Burung, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, dan Desa Keramat, Kecamatan Pakuhaji.
BACA JUGA: Mahfud Md: MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Curang
"Banjir ini memang dari air sungai yang meluap hingga ke permukiman warga. Total yang terdampak ada tiga desa dengan dua kecamatan," katanya, Sabtu (17/2/2024).
Menurut dia, banjir yang merendam permukiman warga ini berasal dari curah hujan yang terjadi sejak Jumat (16/2) lalu, hingga mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Cisadane.
Dari jumlah ribuan jiwa yang terdampak banjir tersebut, terdapat 19 rukun tetangga (RT) dengan ketinggian air mencapai 20 centimeter hingga 100 centimeter.
"Ketinggian air beragam, mulai dari 20 centimeter sampai 100 centimeter. Namun, di beberapa titik sudah ada yang mulai surut," tuturnya.
Ia mengungkapkan, bencana alam banjir dari luapan aliran sungai ini telah terjadi sejak pagi hari. Hingga sebagian warga terpaksa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Ada sekitar 22 warga yang kita evakuasi ke tempat lebih aman, karena mereka masuk warga yang rentan seperti lansia dan anak-anak," katanya.
Menurut dia, situasi saat ini sebagian warga yang terdampak masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menanti air surut.
"Sebagian masih bertahan di rumah, karena air mulai surut," ujarnya.
Adapun untuk dua wilayah kecamatan yang menjadi korban banjir, di antaranya Kecamatan Teluknaga ada sebanyak 5.213 jiwa. Kemudian, di Kecamatan Pakuhaji tepatnya di Desa Keramat sebanyak 200 kepala keluarga.
Ia menambahkan, dalam upaya penanganan bencana tersebut, pemerintah daerah melalui BPBD setempat kini telah membuka beberapa posko pengungsian bagi warga terdampak. Sejumlah bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan para korban juga sudah disalurkan.
"Bantuan logistik dan peralatan evakuasi sudah kita salurkan. Begitu juga kita bangun dapur untuk memenuhi kebutuhan para korban," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.