BGN Tak Intervensi Kasus Pencambukan Korwil KPPG Purwakarta
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Jalur tol fungsional Jogja-Solo di kawasan Banyudono, Boyolali, Rabu (20/12/2023). - Solopos/Ni\'matul Faizah
Harianjogja.com, KLATEN—Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Klaten rusak akibat dilalui truk pengangkut tanah uruk untuk proyek Tol Jogja-Solo (Joglo).
Pelaksana proyek Tol Joglo memastikan perbaikan jalan yang rusak akibat dilintasi armada truk pengangkut material tol di Klaten terus dilakukan. Pelaksana tol menyiapkan empat tim untuk perbaikan jalan yang rusak.
Deputy Project Director Tol Jogja-Solo ruas 1.1 PT Adhi Karya, Eko Prabowo, menjelaskan sudah ada memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkab Klaten untuk menangani ruas jalan yang rusak akibat dilalui truk pengangkut material uruk tol. Berdasarkan MoU itu, ketika ada kerusakan jalan di ruas tersebut, hari itu juga dilakukan perbaikan.
“Kami sudah ada tim perbaikan. Setiap hari kami sudah melakukan perbaikan. Tim patching dan aspal ada empat, tersebar di Klaten. Ini di luar Boyolali,” kata Eko saat ditemui wartawan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, Selasa (16/1/2024).
Eko menjelaskan setiap hari perbaikan jalan yang rusak akibat truk proyek tol di Klaten membutuhkan sekitar 20-30 ton aspal. “Ketika ada kerusakan, kami langsung memperbaiki,” kata Eko.
BACA JUGA: Badai Anggrek Mengintai, Warga DIY Diminta Waspada hingga 19 Januari
Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Yoga Hardaya, juga menjelaskan sesuai MoU, perbaikan jalan rusak akibat truk pengangkut material uruk tol menjadi tanggung jawab pelaksana tol. Dia pun mempersilakan warga yang ingin memviralkan ruas jalan yang rusak akibat dilewati truk tersebut. “Kami juga tidak mungkin sendirian mengawasi secara keseluruhan. Silakan laporkan. Kalau memang kerusakan karena aktivitas truk uruk tol, kami segera sampaikan ke pelaksana tol agar segera diperbaiki,” kata Yoga.
Sebelumnya, ruas jalan Gedaren-Manjungan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, rusak parah akibat dilewati ratusan unit truk pengangkut material Tol Jogja-Solo setiap harinya. Kondisi jalan mirip dengan jalur offroad, apalagi setelah diguyur hujan. Jalan itu rusak parah setelah kerap dilintasi truk uruk tol menuju lokasi proyek yang berada di wilayah Manjungan.
Ruas yang rusak itu akhirnya diperbaiki oleh pelaksana tol dengan pengaspalan pada pekan ini. Perbaikan juga dilakukan pada talut jalan yang rusak.
Yoga Hardaya bersama pejabat DPUPR dan Dishub Klaten mengecek jalan yang sempat viral gara-gara rusak itu, Selasa. Selain itu, hadir pula perwakilan PT Adhi Karya, PT Jasamarga Jogja Solo, kepala serta perangkat Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.
Ekonomi Indonesia dan DIY diperkirakan membaik pada 2027. Inovasi, efisiensi bisnis, dan dukungan bagi UMKM menjadi perhatian Bank BPD DIY.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Perbankan masih menjadi tulang punggung untuk kegiatan intermediasi keuangan di DIY dan kami yakin bahwa pondasi industri jasa keuangan DIY tetap terjaga,"
Salam tiga jari yang digunakan dalam aksi BEM UI pada 28 Oktober 2026 memiliki sejarah sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.