KPK Ungkap Dugaan Dana DSP BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, MAGETAN—Dua remaja ditemukan meninggal dunia di dasar jurang di jalan penghubung Plaosan-Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam. Keduanya diduga menjadi korban kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pohon di pinggir jurang.
Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, mencari keponakannya yang tidak kunjung pulang sejak siang hari. Saat menyusuri lokasi kejadian, warga itu justru menemukan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AE 5109 NB di dasar jurang yang merupakan area persawahan.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, menjelaskan warga tersebut kemudian turun ke jurang untuk memastikan pemilik sepeda motor. Kendaraan itu ditemukan dalam kondisi rusak, sedangkan dua remaja tergeletak tidak bergerak di dekatnya dengan luka babras di sejumlah bagian tubuh.
"Laporan masuk sekitar 22.30 WIB, tim piket kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD guna mengangkat tubuh korban dan sepeda motor," ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Dua Korban Berusia 18 dan 19 Tahun
Setelah proses evakuasi oleh petugas gabungan selesai, identitas kedua remaja tersebut diketahui. Mereka adalah Deva Yogi Setiawan, 18, dan Sabian Ahktar Zamil, 19, yang sama-sama berasal dari Desa Janggan, Kecamatan Poncol.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab insiden di jalan penghubung Plaosan-Poncol tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai kedua korban menabrak pohon di tepi jurang.
Dugaan itu diperkuat dengan temuan bekas goresan akibat benturan pada sebuah pohon jati di dekat lokasi kejadian. Meski demikian, polisi belum memastikan secara pasti bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.
Hasil Pemeriksaan Luar dan Penyelidikan Polisi
AKP Agus Budi Witarno mengatakan pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Plaosan menunjukkan kedua korban mengalami luka babras dan memar pada bagian wajah. Temuan tersebut memperkuat dugaan awal bahwa keduanya meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.
Kepolisian juga memastikan tidak ditemukan indikasi bahwa kedua remaja tersebut merupakan korban tindak pidana. Namun, penyebab pasti kejadian di jurang wilayah Kecamatan Plaosan itu masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Setelah proses olah TKP selesai dan identitas kedua korban dipastikan, keluarga membawa jenazah mereka pulang untuk dimakamkan.
"Sebelumnya warga sudah menghubungi keluarga korban, kemudian kami memastikan identitas korban dan langsung dibawa pulang begitu proses olah TKP selesai dilakukan. Saat ini penyebab pasti masih dalam penyelidikan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Kebakaran Pegunungan Argopuro masih terpantau hingga Minggu pagi. Petugas memadamkan api di area terjangkau dan menghindari lokasi berisiko.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata
KH Syukron Ma’mun, pendiri Ponpes Daarul Rahman, wafat di Jakarta Selatan setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung.