5 Wartawan Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Ini Kondisi di Lapangan
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Potret pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo di Kapanewon Tempel pada Rabu (26/2/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen mulai dioperasionalkan pada November 2026. Ruas sepanjang 5,2 kilometer tersebut kini telah memasuki tahapan Uji Laik Fungsi Operasi atau ULFO sebelum digunakan secara penuh untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan pengoperasian Tol Jogja–Bawen Seksi 6 menjadi salah satu bagian dari sejumlah ruas tol yang disiapkan Jasa Marga pada 2026. Sebelumnya, beberapa ruas jalan tol yang telah selesai juga difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru 2025 serta Lebaran 2026.
Menurut Rivan, penggunaan ruas tol yang belum sepenuhnya beroperasi tersebut dilakukan secara fungsional untuk membantu kelancaran perjalanan masyarakat pada periode dengan mobilitas tinggi.
"Maka setelah disiapkan di tahun 2026 ini, Jasa Marga akan mengoperasionalkan salah satunya adalah Jalan Tol Yogya-Bawen Seksi 6. Ini khususnya Ambarawa-Bawen sudah memasuki masa Uji Laik Fungsi Operasi atau ULFO, yang diharapkan akan dapat dioperasionalkan di November tahun 2026," ujar Rivan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu.
Seksi 6 Ambarawa-Bawen sepanjang 5,2 kilometer
Ruas Ambarawa–Bawen merupakan Seksi 6 dari keseluruhan Jalan Tol Jogja–Bawen. Seksi ini memiliki panjang 5,2 kilometer dan menjadi bagian akhir dari tol yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dengan Bawen.
Dengan masuknya ruas Ambarawa–Bawen ke tahap ULFO, proses menuju pengoperasian jalan tol tersebut semakin dekat. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum ruas tol dapat digunakan secara operasional.
Rivan juga menyampaikan bahwa selain Tol Jogja–Bawen Seksi 6, terdapat ruas tol lain yang ditargetkan dapat dioperasionalkan pada akhir 2026 maupun awal 2027.
"Menurut dia, selain itu pada akhir tahun 2026 atau awal 2027, ada 62 km jalan tol yang kemarin juga digunakan sebagai bagian dari fungsional yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Ini adalah keseluruhan tol baru yang akan dioperasionalkan pada akhir 2026 maupun awal 2027."
Pengoperasian sejumlah ruas baru tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antardaerah. Kehadiran jalan tol juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk mendukung pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Tol Jogja-Bawen dukung konektivitas dan pariwisata
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol untuk mendukung konektivitas antar daerah. Pembangunan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah Jalan Tol Jogja–Bawen. Jalan tol tersebut diharapkan memberikan akses yang semakin baik bagi pergerakan orang maupun barang di wilayah yang dilalui.
Menteri PU Dody Hanggodo sebelumnya menegaskan bahwa keberadaan jalan tol diharapkan memberikan dampak multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama bagi daerah-daerah yang menjadi bagian dari jalur tol.
Selain memberikan efek berganda terhadap perekonomian, pembangunan jalan tol juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi waktu perjalanan. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat membantu menurunkan biaya logistik.
Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kendaraan dari satu daerah ke daerah lain. Konektivitas yang semakin baik juga dapat membuka peluang bagi perkembangan aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah yang dilalui jalan tol.
Enam seksi Tol Jogja-Bawen
Jalan Tol Jogja-Bawen memiliki panjang keseluruhan 75,12 kilometer yang terbagi dalam enam seksi pembangunan.
Seksi 1 memiliki rute Sleman–Banyurejo dengan panjang 8,8 kilometer. Selanjutnya, Seksi 2 menghubungkan Banyurejo–Borobudur sepanjang 15,20 kilometer.
Seksi 3 merupakan ruas Borobudur–Magelang dengan panjang 8,10 kilometer. Ruas tersebut menjadi bagian dari jalur tol yang menghubungkan kawasan Borobudur dengan wilayah Magelang.
Berikutnya, Seksi 4 menghubungkan Magelang–Temanggung dengan panjang 16,65 kilometer. Setelah itu terdapat Seksi 5 yang menghubungkan Temanggung–Ambarawa sepanjang 21,39 kilometer.
Sementara itu, bagian terakhir adalah Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 5,2 kilometer yang kini telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Dengan demikian, Tol Yogyakarta–Bawen membentang dari wilayah Sleman hingga Bawen dengan total panjang 75,12 kilometer. Pengoperasian Seksi 6 Ambarawa–Bawen yang ditargetkan pada November 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam pemanfaatan keseluruhan jaringan tol tersebut.
Kehadiran ruas baru ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, serta aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.
Cara edit foto 80-an di ChatGPT dengan fitur 80s Flashback. Simak langkah, prompt kustom, dan tips agar hasil foto retro lebih menarik.
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.