Pengamat Sebut Waskita dan WIKA Tak Rugikan Negara tetapi Menjalankan Tugas dari Pemerintah

Newswire
Newswire Selasa, 16 Januari 2024 11:37 WIB
Pengamat Sebut Waskita dan WIKA Tak Rugikan Negara tetapi Menjalankan Tugas dari Pemerintah

Ilustrasi proyek pembangunan./Harian Jogja-freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada menilai situasi yang dialami PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tidak merugikan negara tetapi menjalankan tugas dari pemerintah.

“Bukan merugikan negara. Kalau penugasan mau tidak mau dikerjakan apa yang sudah jadi rencana pemerintah, pembangunan dilakukan BUMN karya,” kata Reza di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Menurut dia, penyelamatan kedua perusahaan tersebut oleh Kementerian BUMN akan membuahkan hasil berkat strategi yang komprehensif dalam upaya tersebut, baik dari sisi internal tata kelola perusahaan hingga jenis proyek yang disasar.

Hal itu pernah terlihat pada upaya pemerintah dalam menangani PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Oleh sebab itu, Reza mendorong BUMN Karya untuk meningkatkan aspek tata kelola perusahaan baik di internal maupun eksternal, misalnya hubungan dengan vendor maupun mitra kerja.

Aksi korporasi dari BUMN Karya juga didorong agar pertumbuhan perusahaan dapat terlaksana dengan lebih cepat. Terlebih, saat ini, Waskita dan WIKA tengah menjalani proses restrukturisasi dengan terus melakukan diskusi intensif terkait proses peninjauan secara komprehensif terhadap Master Restructuring Agreement (MRA) dengan seluruh kreditur perbankan termasuk upaya restrukturisasi terhadap pemegang obligasi melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi/Sukuk (RUPO/RUPSU).

“Proses restrukturisasi juga butuh waktu dan upaya kerja keras semua pihak. Kan perlu waktu untuk penyehatan, gak bisa cepat,” ujar Reza.

Baca Juga

BUMN Waskita Karya Gagal Bayar Utang Obligasi Senilai Rp941 Miliar

Waskita Targetkan 243 Lelang di 2023, Incar Proyek Rp121,75 Triliun

Waskita Dipercaya Garap Proyek Bendungan Karangnongko Senilai Rp488 Miliar

Restrukturisasi oleh Waskita telah disetujui oleh seluruh perbankan Himbara dan sebagian perbankan swasta yang mewakili 97 persen dari nominal outstanding utang. Selain itu, menurut SVP Corporate Secretary Waskita Ermy Puspa, Waskita secara intensif menjalin komunikasi dengan kelembagaan dan instansi terkait, termasuk mempertimbangkan kekhawatiran para pemegang obligasi untuk menghasilkan skema alternatif restrukturisasi yang dapat diterima oleh pemegang obligasi dan juga kreditur perbankan nantinya.

Waskita melakukan 8 Metode Restrukturisasi penyehatan kinerja operasional dan bisnis perusahaan, yakni restrukturisasi keuangan, Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah, dan partisipasi publik melalui rights issue, fasilitas kredit dengan penjaminan pemerintah, strategic partnership ruas tol, restrukturisasi anak perusahaan, transformasi bisnis, penyelesaian ruas Tol Sumatera, perbaikan tata kelola, serta manajemen risiko.

Sementara itu, WIKA melakukan restrukturisasi penyehatan keuangan dan perbaikan operasi serta bisnis yang terdiri dari 8 stream penyehatan, yaitu restrukturisasi keuangan, perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan penagihan piutang bermasalah, asset recycling, perbaikan portfolio orderbook, penurunan operating expense, penurunan saldo pinjaman talangan supplier, serta penguatan struktur permodalan.

SVP Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya mengatakan saat ini seluruh perbankan Himbara dan sebagian perbankan swasta telah menyetujui skema restrukturisasi WIKA yang mewakili sekitar 79,92 persen dari nominal outstanding utang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online