Tribun VIP Ambruk Saat Drift di Purwokerto, Polisi Periksa 10 Saksi
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih memiliki kewenangan untuk memerintahkan serangan militer terhadap Iran, meskipun hingga kini belum mengeluarkan instruksi baru. Situasi di Timur Tengah tetap memanas di tengah jeda kampanye pengeboman dan upaya sejumlah negara Teluk mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Laporan RIA Novosti pada Senin yang mengutip The Wall Street Journal menyebutkan Trump menunda rencana meningkatkan operasi militer terhadap Iran karena adanya kekhawatiran eskalasi konflik dapat menguras persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat yang dinilai mulai menipis.
Negara Teluk Dorong Jalur Diplomasi
Mengutip pejabat Amerika Serikat, The Wall Street Journal melaporkan negara-negara Teluk, termasuk Oman dan Qatar, tengah berupaya menghidupkan kembali proses diplomatik guna meredakan ketegangan di kawasan.
Di sisi lain, Axios pada Sabtu melaporkan bahwa militer Amerika Serikat masih menyiapkan berbagai rencana kontingensi apabila sewaktu-waktu diperlukan aksi militer berskala besar terhadap Iran.
Namun hingga kini, Presiden Donald Trump disebut belum memberikan perintah untuk melaksanakan operasi tersebut.
Serangan Dihentikan Setelah Operasi 13 Hari
Menurut laporan Axios, Trump memerintahkan penghentian serangan lanjutan pada Jumat, sekaligus mengakhiri rangkaian operasi militer yang berlangsung selama 13 hari.
Sebelumnya, pada malam menjelang 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Meski demikian, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.
Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Ketegangan
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, pasukan Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan kembali meningkat pada 12 Juli ketika Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut.
Sehari berselang, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Pada saat yang sama, pemerintah AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.