Kemkomdigi Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo soal Londo Ireng

Newswire
Newswire Selasa, 28 Juli 2026 01:17 WIB
Kemkomdigi Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo soal Londo Ireng

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Antara/HO-BPMI\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat memahami secara utuh pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait penggunaan istilah "londo ireng". Pemerintah menegaskan pernyataan tersebut merupakan kiasan politik yang tidak ditujukan kepada profesi, media massa, maupun kelompok tertentu.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan publik perlu melihat konteks lengkap dari pernyataan Presiden agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap substansi yang ingin disampaikan.

Kemkomdigi: Fokus pada Pesan yang Disampaikan Presiden

Fifi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mengajak masyarakat tetap optimistis serta waspada terhadap narasi yang menggambarkan Indonesia seolah tidak memiliki harapan maupun tidak mengalami kemajuan.

"Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju," kata Fifi dalam keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis.

"Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis," ujarnya.

Presiden Disebut Terbuka terhadap Kritik

Menurut Fifi, Presiden Prabowo tetap memandang kritik dari masyarakat sebagai masukan yang konstruktif, termasuk pemberitaan mengenai kondisi sekolah yang mengalami kerusakan.

Pemerintah, kata dia, menjadikan berbagai temuan di lapangan sebagai perhatian untuk ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan.

"Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik merupakan bagian dari proses membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik," katanya.

Pemerintah Tegaskan Hormati Kebebasan Pers

Kemkomdigi juga menegaskan pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, serta peran seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Meski demikian, pemerintah mengajak seluruh pihak menjaga ruang publik agar tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian persoalan yang sedang dilakukan.

Fifi mengatakan pemerintah akan terus menjawab kritik melalui kerja nyata dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.

"Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online