Polisi Telusuri 26 Titik CCTV dalam Kasus Penganiayaan Pengurus BEM UI
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
Megawati Soekarnopoetri./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengharapkan Indonesia memiliki pemimpin sekelas John F Kennedy.
"Kalau lihat diajak bapak saya ketemu di banyak negara wah, menurut saya kalibernya, saya bertemu di Amerika Presiden Kennedy. Wah sudah ganteng, sudah pintar saya pikir nanti ini baru Amerika," kata Megawati dalam Rakernas PDIP, Minggu (1/20/2023).
Lebih lanjut, Megawati optimistis bahwa Indonesia nantinya bisa memiliki pemimpin seperti Kennedy agar bisa membuat lompatan untuk menjadi negara maju.
"Makanya saya pikir kapan muncul pemimpin-pemimpin Indonesia yang kaliber dengan kaya gitu. Wah Indonesia pasti membuat lompatan ke depan itu menurut saya. Pertanyaan bisa apa enggak? Bisa banget," tambahnya.
Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa Indonesia dulunya memiliki pemimpin yang visioner dengan memiliki konsepsi pembangunan sampai 100 tahun yang akan datang.
"Betapa pentingnya yang namanya Bung Karno itu membuat konsepsi pembangunan melintas waktu dari 25 [tahun],50 tahun sampai 100 tahun akan datang itu visioner sekali yang namanya pembangunan nasional semesta," ujarnya.
BACA JUGA: Pengumuman Nama Cawapres yang Diputuskan dalam Rakernas PDIP Diserahkan kepada Megawati
Namun, Presiden ke-5 RI itu keheranan grand design kepemimpinan dari ayahnya sudah tidak dipakai lagi. Terlebih, dia telah menyuruh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto untuk memisahkan setiap bidang terkait hal tersebut.
"Setelah saya suruh sekjen pisah-pisah dengan setiap bidang itu sampai 17. Jadi makannya ini bidang pangan itu ini kok gak dipakai, aneh. Ini kan kita salah sendiri padahal Bung Karno suka mikir begini, ini rakyat Indonesia bener e piye toh," pungkasnya.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Polda Metro Jaya menaikkan kasus penganiayaan pengurus BEM UI Hafidz Hernanda ke penyidikan. Polisi memeriksa tujuh saksi dan menelusuri 26 titik CCTV.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.
Prabowo memanggil Yusril ke Istana untuk membahas kajian DEN soal definisi korupsi dan wacana pembaruan UU Pemberantasan Tipikor.
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU
DPRD Kota Yogyakarta mengawal aspirasi warga soal perlindungan becak dan andong serta pengembangan wisata Kali Winongo dalam Raperda Ripparda.
Kota Jogja mengolah 209,97 ton sampah per hari menjadi bahan baku, kompos, produk daur ulang, hingga sumber energi.