MBG 3B Sudah Jangkau 10,8 Juta Penerima, Ini Rinciannya

Newswire
Newswire Senin, 31 Agustus 2026 21:37 WIB
MBG 3B Sudah Jangkau 10,8 Juta Penerima, Ini Rinciannya

Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Harianjogja.com, JAKARTA— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima manfaat hingga 18 Agustus 2026. Data tersebut berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan disampaikan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Dari total tersebut, penerima MBG 3B terdiri atas 964 ribu ibu hamil, 2,4 juta ibu menyusui, dan 7,4 juta balita non-PAUD. Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program tersebut untuk mengejar target nasional sebanyak 21 juta penerima manfaat.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Wahyuniati mengatakan data penerima tersebut merupakan capaian sampai 18 Agustus 2026 berdasarkan data BGN.

"Untuk yang sudah menerima sampai tanggal 18 Agustus 2026 dari data BGN itu 10,8 juta, rinciannya ibu hamil 964 ribu orang, ibu menyusui 2,4 juta orang, dan balita non-PAUD 7,4 juta orang," ujar Wahyuniati dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin.

24.606 SPPG Layani MBG 3B

Pelaksanaan MBG 3B saat ini didukung 24.606 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Satuan tersebut menjadi bagian dari infrastruktur layanan yang mendukung distribusi makanan bergizi kepada kelompok sasaran.

Kemendukbangga/BKKBN juga mengoptimalkan peran 139 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memastikan makanan bergizi dapat didistribusikan secara tepat kepada penerima manfaat.

Wahyuniati mengatakan TPK tidak hanya memiliki tugas berkaitan dengan distribusi makanan. Tim tersebut juga dibekali tugas edukasi agar penerima MBG 3B memperoleh pemahaman mengenai konsumsi pangan sehat.

"Ini kami internal dan bekerja sama juga dengan dengan BGN melakukan beberapa penguatan ya. Jadi, penguatan yang sudah dilakukan itu pelatihan atau edukasi karena TPK memiliki dua tugas dalam MBG 3B, yang pertama distribusi, yang kedua edukasi itu," katanya.

TPK Diperkuat Lewat Pelatihan

Penguatan kapasitas TPK menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan pelaksanaan MBG 3B tidak berhenti pada penyaluran makanan. Para pendamping juga diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

Wahyuniati menjelaskan pemerintah telah memberikan pelatihan khusus edukasi bagi TPK. Selain itu, pelatihan fasilitator MBG 3B juga diberikan kepada tenaga di tingkat provinsi.

"Kita sudah melakukan pelatihan khusus edukasi untuk TPK itu nomor satu, kemudian nomor dua, pelatihan fasilitator MBG 3B bagi provinsi. Penguatan itu ditujukan untuk tenaga-tenaga yang ada di level provinsi sehingga nanti provinsi itu bisa turun ke lapangan melatih yang ada di lapangan," paparnya.

Melalui pola tersebut, tenaga di tingkat provinsi diharapkan dapat meneruskan penguatan kapasitas kepada petugas yang berada di lapangan. Dengan demikian, distribusi MBG 3B sekaligus dapat disertai edukasi kepada kelompok penerima manfaat.

Panduan KIE MBG 3B Disosialisasikan

Selain pelatihan, Kemendukbangga/BKKBN telah menyosialisasikan panduan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada petugas lini lapangan, termasuk TPK.

Panduan KIE MBG 3B tersebut disusun sebagai salah satu bahan bagi petugas ketika memberikan edukasi. Penguatan juga dilakukan melalui pelatihan teknis pendampingan makan bergizi serta edukasi pola konsumsi pangan sehat.

"Jadi, panduan KIE MBG 3B sudah disusun dan sudah disosialisasikan, kemudian, pelatihan teknis pendampingan makan bergizi dan edukasi pola konsumsi pangan sehat bagi kader-kader penyuluh keluarga berencana (PKB) tahun 2026," tuturnya.

Kejar Target 21 Juta Penerima

Capaian 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai sasaran nasional MBG 3B sebanyak 21 juta penerima manfaat.

Kelompok sasaran tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penguatan distribusi sekaligus edukasi dilakukan agar program dapat menjangkau penerima secara tepat sasaran.

Wahyuniati menegaskan penguatan pelaksanaan MBG 3B diarahkan untuk mencapai target nasional tersebut. Program itu juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas gizi nasional.

Dengan jumlah penerima yang telah mencapai 10,8 juta orang per 18 Agustus 2026, pemerintah masih perlu memperluas jangkauan MBG 3B hingga memenuhi target 21 juta penerima. Peran SPPG dan TPK menjadi bagian penting dalam proses distribusi sekaligus edukasi kepada kelompok sasaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online