RUU Perampasan Aset: Negara Bisa Sita Aset Tanpa Vonis Pidana
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik. /Bisnis.
Harianjogja.com, JAKARTA— Kebakaran melanda Posko Ormas GRIB Jaya di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/8/2026) dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik, bukan akibat aksi pelemparan bom molotov seperti informasi yang sempat dikaitkan dengan kejadian tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari gangguan listrik. Saat kejadian, tidak ada orang yang masuk ke dalam lokasi posko.
"Sementara informasi dari itu korslet listrik. Karena tidak ada siapa-siapa yang masuk ke dalam," kata Nasriadi kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Nasriadi menegaskan kebakaran Posko GRIB Jaya tersebut tidak berkaitan dengan aksi pelemparan bom molotov. Polisi juga tidak menemukan sisa bom molotov di tempat kejadian perkara (TKP).
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber api. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polrestro Jakarta Barat telah diterjunkan ke lokasi kebakaran.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi sumber api sekaligus memastikan penyebab kebakaran berdasarkan temuan di lapangan.
"Artinya sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korslet listrik. Tapi lebih jelasnya nanti tim Labfor lagi pengecekan lebih dalam gitu," pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas bahwa hingga pemeriksaan awal dilakukan, polisi tidak menemukan indikasi penggunaan bom molotov dalam kebakaran Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk.
Keterangan mengenai sumber api juga disampaikan Divkum DPP GRIB Jaya Wilson Colling. Dia menjelaskan kebakaran terjadi pada pukul 02.49 WIB.
Sekitar 40 menit setelah kebakaran terjadi, tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api di lokasi. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihak GRIB Jaya, sumber api berasal dari korsleting perangkat pengisi daya ponsel.
Pengisi daya ponsel tersebut berada di atas kulkas. Percikan api kemudian menyambar tirai gorden dan wallpaper dinding sebelum menjalar hingga ke bagian plafon ruangan.
"Berdasarkan pengecekan dan identifikasi di lokasi kejadian, sumber api dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari perangkat pengisi daya ponsel yang diletakkan di atas kulkas," ujar Wilson dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Kronologi Kebakaran Posko GRIB Jaya
Kebakaran Posko GRIB Jaya di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terjadi pada Senin (31/8/2026) dini hari. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 02.49 WIB.
Sekitar 40 menit kemudian, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran. Dari penelusuran pihak GRIB Jaya, kebakaran bermula dari perangkat pengisi daya ponsel yang berada di atas kulkas.
Korsleting pada perangkat tersebut memunculkan percikan api. Api kemudian menyambar tirai gorden dan wallpaper dinding hingga akhirnya menjalar ke bagian plafon ruangan.
Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan melalui Tim Labfor Polrestro Jakarta Barat untuk memastikan sumber api. Berdasarkan informasi sementara dari kepolisian, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik.
Polisi juga menyatakan tidak menemukan sisa bom molotov di TKP. Dengan demikian, dugaan penyebab kebakaran yang disampaikan sementara mengarah pada gangguan listrik, sementara pemeriksaan lebih mendalam masih dilakukan untuk memastikan sumber api.
- Lokasi: Posko Ormas GRIB Jaya, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
- Waktu kejadian: Senin (31/8/2026) pukul 02.49 WIB.
- Dugaan penyebab: Korsleting listrik.
- Sumber api menurut GRIB Jaya: Perangkat pengisi daya ponsel di atas kulkas.
- Bagian yang terbakar: Tirai gorden, wallpaper dinding, hingga plafon ruangan.
- Waktu pemadaman: Sekitar 40 menit setelah kejadian.
- Pemeriksaan: Tim Labfor Polrestro Jakarta Barat.
- Temuan bom molotov: Polisi menyatakan tidak menemukan sisa bom molotov di TKP.
Hingga pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Labfor Polrestro Jakarta Barat, polisi menyatakan kebakaran tersebut diduga berasal dari korsleting listrik. Tidak ditemukan indikasi bom molotov berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Kuota Pertalite 2026 berisiko jebol hingga 490.000 KL. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik sampai Desember 2026.
Laba pengelola jalan tol mencapai Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ditopang kenaikan pendapatan dan volume kendaraan.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.